Pengurangan Sampah di Klungkung Dinilai Belum Signifikan

  • Whatsapp
GDE Artison Andarawata membacakan pandangan Fraksi Persatuan Demokrat DPRD Klungkung saat rapat paripurna penetapan Ranperda APBD 2022, Kamis (25/11/2021). foto: ist

KLUNGKUNG – DPRD Klungkung terus menyuarakan kebersihan di hadapan Pemkab Klungkung agar Klungkung benar-benar bersih dari ancaman sampah. Fraksi PDIP mengawali pembahasan yang berkaitan dengan lingkungan ini saat rapat paripurna penetapan Ranperda APBD 2022, Kamis (25/11/2021).

I Nengah Ariyanta yang membacakan pandangan Fraksi PDIP mengungkapkan, kebersihan lingkungan merupakan aspek penting dalam perkembangan pariwisata. Kemudian Fraksi Persatuan Demokrat melanjutkan, persoalan tersebut melalui Gde Artison Andarawata, dengan memberi catatan kepada Pemkab Klungkung terkait Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS).

Bacaan Lainnya

Menurut Artison, dari hasil rapat gabungan yang dihadiri Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, TOSS yang baru akan dilaksanakan pada akhir Desember mendatang. Karena itu, dia berpandangan TOSS tersebut masih jauh untuk dapat digunakan sebagai pengolahan sampah di Klungkung.

“Yang juga harus dicatat, sampah di Klungkung daratan saja jumlahnya ada sekitar 17 sampai 20 truk sekali angkut, sekitar 70 sampai 100 kubik, dan ini jumlah yang cukup besar. Juga harus dicatat, angka tersebut baru di jalan utama, belum mencapai di desa-desa,” beber Artison.

TOSS di desa, sambungnya, dilihat ada kendala lahan, anggaran, dan perilaku kedisiplinan warga. Belum lagi jumlah penduduk yang banyak, yang juga berpengaruh terhadap jumlah sampah plastik. Untuk itu dia mendorong agar TOSS dilakukan secara kolektif oleh desa-desa yang berdekatan, agar program ini segera dapat diaplikasikan secara nyata dalam menangani sampah.

Baca juga :  Pengprov TI Bali Gelar Ujian Kenaikan Tingkat dan Diklat Penguji Daerah

Artison juga menilai pengurangan sampah belum terjadi signifikan di Klungkung. Sebab, sisa pengolahan TOSS tidak memiliki nilai jual atau pengolahan, dan akibatnya akan terbuang ke TPA. “Untuk itu kami beri catatan, tidak ada upaya mengurangi volume timbunan di TPA dengan teknologi baru,” tudingnya.

Bupati Suwirta, dalam jawabannya, membantah program TOSS dinilai gagal. Dia mendaku TOSS justru berhasil, terbukti dengan banyak direplikasi oleh desa-desa di Klungkung maupun di luar Klungkung. “Sampah harus diolah dan tidak begitu saja dibuang ke TPA. Di sinilah peran TOSS untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPA,” tegasnya. baw

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.