POSMERDEKA.COM, BANGLI – Upaya Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli untuk menjaga anjing Kintamani dari serangan rabies, membuahkan hasil. Sejauh ini anjing kintamani di desa pembudidaya masih aman rabies. “Astungkara anjing kintamani selama ini belum terjangkit rabies. Ini tidak lepas dari masifnya sosialisasi dan vaksinasi yang kita lakukan,” ujar Kadis PKP Bangli, I Wayan Sarma, Senin (20/4/2026).
Lebih lanjut disampaikan, selama ini imbauan yang dilakukan terkait menjaga kelestarian anjing kintamani diindahkan masyarakat. Masyarakat diminta tidak memelihara anjing ras selain anjing kintamani. Selain menghindarkan anjing kintamani dari serangan rabies, langkah ini juga bisa menjaga kemurnian anjing kintamani. “Kami memang melarang warga di sejumlah desa yang menjadi sentra pelestarian anjing kintamani, untuk membawa ras lain masuk,” jelasnya.
Disinggung tentang kelompok pembudidayaan anjing yang disebutkan tidak jalan, Sarma menampiknya. Kelompok di Banjar Paket yakni Kelompok Jongkok Asu masih jalan. Cuma, budidaya anjing kintamani yang dilakukan kembali secara tradisional. Artinya, mereka membudidayakan anjing di lahan masing-masing.
“Dulu kami memang sempat mengorganisir, dengan dibantu pembuatan kandang budidaya. Namun, setelah jalan, aning yang di kandang ini pembiakannya tidak bagus, makanya kandang bantuan Pemprov Bali itu ini tidak terpakai,” ungkapnya.
Secara terpisah, Kelian Banjar Dinas Paketan, I Wayan Redana, mengakui anjing kintamani di Banjar Paketan selama ini masih aman rabies. Hal ini tidak lepas dari bantuan pemerintah yang melakukan vaksinasi secara kontinu. “Anjing di banjar kami masih aman rabies. Vaksinasi rabies rutin kami lakukan,” pungkasnya. gia
























