Bordir Kebaya Naik Kelas, UMKM Persit Yonzipur 18 Siap Unjuk Gigi di Jakarta

KEMBANG Pucuk Bordir siap tampil dalam ajang Persit Bisa 2, pameran kreativitas istri prajurit yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Foto: ist
KEMBANG Pucuk Bordir siap tampil dalam ajang Persit Bisa 2, pameran kreativitas istri prajurit yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Di tengah gempuran trend fast fashion, UMKM kebaya “Kembang Pucuk Bordir” binaan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLI Yonzipur 18 PD IX/Udayana justru tampil percaya diri. Kebaya bordir yang dulu kerap dianggap kuno, kini bertransformasi menjadi busana modern yang fleksibel, elegan, dan sarat nilai seni.

Produk karya Kadek Ariasih ini dijadwalkan tampil dalam ajang Persit Bisa 2, pameran kreativitas istri prajurit yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026 di Balai Kartini, Jakarta. Kegiatan ini menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan wastra nusantara ke level yang lebih luas, termasuk pasar fashion kelas atas.

Read More

Dalam pameran tersebut, berbagai koleksi kebaya bordir unggulan akan dipamerkan. Seluruh produk merupakan hasil karya tangan terampil anggota Persit, dengan detail motif yang dikerjakan penuh ketelitian dan sentuhan artistik tinggi.

Kadek Ariasih mengungkapkan, minat masyarakat terhadap kebaya bordir justru mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Menurutnya, kekuatan utama produk bordir terletak pada karakter dan nilai seni yang tidak dimiliki produk massal. “Ada kepuasan tersendiri bagi pembeli saat melihat tekstur benang yang timbul. Setiap motif memiliki jiwa, dan itulah yang membedakan produk UMKM kami dengan buatan pabrik besar,” ujarnya.

Dia menambahkan, setiap helai kebaya bukan sekadar busana, melainkan karya seni yang lahir dari ribuan tusukan jarum dan ketekunan perajin. “Masyarakat perlu tahu bahwa di balik satu kebaya ada proses panjang yang dikerjakan dengan penuh perasaan,” tegasnya.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLI Yonzipur 18 PD IX/Udayana, Fitria Zaenal Abidin, menegaskan, kegiatan Persit Bisa 2 menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas karya istri prajurit. Bordir adalah seni yang membutuhkan ketelitian tinggi. “Melalui ajang ini, kami ingin membuktikan bahwa karya Persit mampu bersaing di pasar fashion kelas atas sekaligus mendukung ekonomi kreatif keluarga,” ungkapnya.

Dia juga mengajak masyarakat, khususnya pecinta kebaya, kolektor wastra, hingga generasi muda di Jakarta untuk hadir dan memberikan dukungan langsung terhadap produk lokal. Melalui keikutsertaan dalam Persit Bisa 2, UMKM Kembang Pucuk Bordir diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat nasional, juga mampu menembus pasar global sebagai produk high fashion berbasis budaya. Dukungan masyarakat dengan membeli produk UMKM dinilai menjadi kunci utama menjaga kelestarian warisan wastra Nusantara, agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. adi

kampungbet kampungbet kampungbet kampungbet kampungbet

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.