POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Ada suasana berbeda di SMP PGRI 2 Denpasar pada Kamis (23/4/2026). Di halaman sekolah berjajar lapak-lapak yang menjual aneka kerajinan dan makanan yang penjualnya adalah para siswa. Tak hanya menjadi penjual, kerajinan dan makanan yang mereka jajakan juga hasil karya para siswa.
Keseruan ini tergambar dari agenda Grisda Edupreneur 2026: Cerdas Berwirausaha, Paham Rupiah. Kegiatan ini diisi dengan lomba stand pameran kewirausahaan, serta lomba video edukasi gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Grisda Edupreneur 2026 dibuka oleh Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana. Hadir pula di acara itu Kepala Seksi Unit Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Bali, Agus Mulyawan Dana; Plh. Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, I Ketut Gede Adi Trisna Sugara; pengawas SMP PGRI 2 Denpasar, serta undangan lainnya.
Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, mengatakan, kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk menuangkan ide-ide usaha yang inovatif dan kreatif. Melatih keterampilan berwirausaha sejak dini, serta menanamkan sikap bijak dalam menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
‘’Kami meyakini bahwa pendidikan kewirausahaan yang dipadukan dengan pemahaman literasi keuangan akan membentuk generasi muda yang mandiri, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan masa depan,’’ ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa tahun ini SMP PGRI 2 Denpasar dipercaya sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam dan koding. Selain sebagai sekolah rintisan CBP Rupiah dan sekolah digitalisasi pembelajaran.
‘’Mungkin terasa agak berat, tetapi berkat dukungan dan semangat dari guru, pegawai, siswa, dan orang tua serta seluruh stakeholder, kami yakin dapat melaksanakan program tersebut dengan baik,’’ ucapnya.
Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Bali serta Tim Fasilitator CBP Rupiah yang senantiasa memberikan pendampingan pada SMP PGRI 2 Denpasar. ‘’Harapan kami, melalui kegiatan ini tidak hanya melahirkan karya dan inovasi, tetapi juga membangun kesadaran bersama akan pentingnya mencintai, bangga, dan memahami Rupiah dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujar Ayu Sri Wahyuni yang juga Sekum PGRI Bali ini.
Plh. Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, dengan bangga mengatakan SMP PGRI 2 Denpasar penuh kreatif dan pantas menjadi sekolah unggulan PGRI di Denpasar, bahkan di Bali. Yayasan memberi apresiasi positif atas kerja keras stakeholder sekolah mengadakan Grisda Edupreneur 2026.
Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, mengacungkan jempol penyelenggaraan Grisda Edupreneur 2026. Ia mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar lomba, melainkan wadah pembelajaran nyata bagi generasi muda Denpasar untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, serta pemahaman yang mendalam tentang Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
Disdikpora Kota Denpasar, sambung Suryadana, menaruh harapan besar agar kegiatan ini mampu mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap rupiah sebagai identitas ekonomi bangsa, serta mengasah kreativitas siswa melalui media digital, sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan secara menarik dan efektif.
Kepala Seksi Unit Pengelolaan Uang Rupiah KPw BI Provinsi Bali, Agus Mulyawan Dana, menambahkan, agenda Grisda Edupreneur 2026 menjadi salah satu bagian penting membangun kesadaran masyarakat pendidikan terhadap nilai Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.
“Rupiah bukan hanya sekedar alat bertransaksi, namun juga merupakan simbol jati diri dan pemersatu bangsa untuk seluruh lapisan masyarakat. Lewat kegiatan ini kami berharap, agar generasi muda tumbuh dengan pemahaman bahwa menghargai Rupiah berarti menghargai bangsa sendiri,” urainya.
Gerakan CBP Rupiah sendiri mengusung tiga pilar utama: Cinta Rupiah, dengan mengajak masyarakat mengenali keaslian uang dan memperlakukannya dengan baik melalui prinsip 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) dan 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, Jangan Dibasahi).
Bangga Rupiah, dengan menanamkan kebanggaan menggunakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran sah dan simbol kedaulatan ekonomi bangsa, dan Paham Rupiah, dengan membangun kesadaran akan peran strategis Rupiah dalam perekonomian melalui perilaku konsumsi yang bijak dan berhemat. tra


























