KLUNGKUNG – Kemiskinan merupakan permasalahan yang paling krusial. Untuk itu pemerintah harus bergerak cepat, karena kemiskinan berubah setiap saat, dan data kemiskinan harus selalu dimutakhirkan perkembangannya.
“Saya minta data kemiskinan dipilah menjadi dua; kemiskinan permanen dan kemiskinan tidak permanen. Kemiskinan permanen diberi bantuan, yang tidak permanen bisa diberi pelatihan, dan disiapkan berangkat ke kapal pesiar,” kata Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, didampingi Wakil Bupati I Made Kasta dalam Rakortas Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Klungkung, Selasa (30/11/2021).
Rakortas itu dihadiri Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Klungkung, Putu Minarni; Kepala Baperlitbang Klungkung, AA Gede Lesmana, dan tim terkait lainnya.
Bupati Suwirta berharap data BPS harus sama dengan data Disdukcapil, karena pendataan kemiskinan harus difokuskan dan disinkronkan dengan data BPS.
Wabup Kasta selaku Ketua Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Klungkung menambahkan, dia minta perlu ada pengembangan mekanisme dan validasi secara berkala dengan data akurat agar lebih tepat sasaran.
“Perbedaan indikator penganalisaan data kemiskinan dilakukan evaluasi. Monitoring program penanggulangan kemiskinan melalui tim koordinasi penanggulangan kemiskinan daerah, dan koordinasi lebih lanjut agar datanya tetap sinkron,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Putu Minarni menjelaskan paradigma psikologis tentang kemiskinan yang banyak bertambah pada masa pandemi ini. Orang yang rawan miskin selama pandemi sekarang berubah menjadi miskin permanen. baw
























