Tertinggi di Bali, Vaksin Rabies di Gianyar Tembus 51%

KABUPATEN Gianyar tampil sebagai yang terdepan dalam capaian vaksinasi rabies di Bali. Hingga awal April 2026, realisasi vaksinasi anjing sudah menembus angka 51,15% atau sekitar 41.192 ekor. Foto: ist
KABUPATEN Gianyar tampil sebagai yang terdepan dalam capaian vaksinasi rabies di Bali. Hingga awal April 2026, realisasi vaksinasi anjing sudah menembus angka 51,15% atau sekitar 41.192 ekor. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Kabupaten Gianyar tampil sebagai yang terdepan dalam capaian vaksinasi rabies di Bali. Hingga awal April 2026, realisasi vaksinasi anjing sudah menembus angka 51,15% atau sekitar 41.192 ekor. Angka ini menjadi yang tertinggi di Bali, berbanding terbalik dengan Kabupaten Badung yang baru menyentuh 0,2% atau sekitar 200 ekor.

Plt Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar, drh. I Made Dwitemaja, Senin (6/4/2026), mengungkapkan, capaian tersebut tidak lepas dari kerja keras tim di lapangan. UPT Keswan, tenaga PPPK, hingga dukungan pihak ketiga dari alumni kedokteran hewan ikut dikerahkan untuk mempercepat vaksinasi. Populasi anjing di Gianyar disebut 79.915 ekor.

Bacaan Lainnya

“Saat ini yang sudah divaksin mencapai 49 ribu lebih dan terus berjalan. Target kami bisa tuntaskan sekitar September atau Oktober,” tegasnya.

Dia menambahkan, target vaksinasi tahun 2026 dipatok lebih dari 70 ribu ekor. Namun, di lapangan masih ditemukan kendala, terutama rendahnya kesadaran sebagian warga untuk memvaksin hewan peliharaan. Kendala utama itu anjing liar dan anjing yang diliarkan.

“Kalau anjing liar dengan kondisi tidak sehat, bisa dilakukan eliminasi selektif. Sedangkan yang diliarkan, kami imbau pemilik agar dipelihara dengan baik, minimal diikat atau tetap dalam pengawasan,” jelas Dwitemaja.

Menariknya, strategi vaksinasi di Gianyar dilakukan bersamaan dengan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. Metode ini dinilai efektif karena sekaligus menjangkau lebih banyak wilayah dalam satu waktu. “Sekalian kami tuntaskan per desa, sambil vaksin PMK dan sosialisasi kesehatan hewan,” imbuhnya.

Sementara itu, capaian daerah lain masih jauh tertinggal. Kota Denpasar baru mencapai 13,6% atau 11.476 ekor. Disusul Tabanan 8,4% (4.596 ekor) dan Buleleng 6,7% (4.817 ekor). Secara keseluruhan, populasi anjing di Bali diperkirakan mencapai 571 ribu ekor, yang sebagian besar dipelihara oleh masyarakat.

Dengan capaian signifikan ini, Gianyar optimistis mampu menuntaskan target vaksinasi rabies lebih cepat, sekaligus menekan penyebaran penyakit mematikan tersebut di Pulau Dewata. adi

kampungbet

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses