Digusur Anak John Sara, Pencalonan Aries Sujati Terjegal, Isunya karena Mega “Tidak Berkenan”

I Gusti Ayu Aries Sujati. Foto: ist
I Gusti Ayu Aries Sujati. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Menjelang penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) pada November mendatang, konflik terbuka dalam proses pencalegan di tubuh PDIP Bali ternyata belum selesai. Yang terbaru, I Gusti Ayu Aries Sujati, istri dari mantan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, dicoret dari pencalonan ke DPR RI.

Anggota Komisi 4 DPRD Bali tersebut digantikan I Gusti Ayu Fourina Gamaniswari, anak dari politisi senior PDIP, I Gusti Ngurah Sara atau John Sara. Dengan sendirinya, karir politik Aries untuk di legislatif otomatis berakhir pada 2024 mendatang.

Bacaan Lainnya

Sebenarnya pencoretan Aries dan diganti Gamaniswari sudah tercium pada Kamis (5/10/2023) malam. Kasak-kusuk kader di Buleleng membahas gosip, yang disebut terkategori A1 ini.  Namun, pencoretan justru terkonfirmasi oleh pernyataan Aries di akun Facebook pribadinya pada Jumat (6/10), yang mengaku mengundurkan diri dari caleg DPR RI. Dia menyebut pencalonannya dipertimbangkan untuk tidak dilanjutkan karena regenerasi, memberikan kesempatan kepada kader yang lebih muda.

Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Tjokorda Gede Agung, yang dihubungi untuk dimintai tanggapan atas pencoretan Aries Sujati, mengaku sedang berada di Sekolah Partai di Jakarta. “Maaf, saya lagi ada pelatihan di sekolah partai,” jawabnya singkat.

Baca juga :  Karena Ini, Ratusan Warga Bangli Ajukan Pindah Memilih

Sejumlah sumber menuturkan, pencoretan Aries bisa dipastikan bukan tiba-tiba. Alasannya, dengan waktu yang mepet dari Daftar Calon Sementara (DCS) menuju DCT, tidak mungkin seorang calon bisa menyiapkan persyaratan administrasi dengan mendadak. “Itu artinya apa? Artinya memang sudah disiapkan sejak lama. Tapi bahwa baru sekarang dikeluarkan, itu bos-bos di DPD atau DPP yang tahu yang tahu kejelasannya seperti apa. Coba aja tanya ke sana,” bisik seorang sumber.

Mengenai apa faktor utama Aries dicoret, sumber lain menyebut isu yang ada di tataran elite di Bali hanya satu: Ibu Mega selaku Ketum PDIP “tidak berkenan” dengan pencalonan itu. Namun, faktor apa yang menyebabkan Mega sampai turun tangan untuk menitahkan itu, sampai berita ini ditulis tidak ada yang bisa memastikan.

Disinggung kemungkinan pencoretan karena hubungan Mega saat ini renggang dengan Agus Suradnyana, yang dua periode Bupati Buleleng, sumber menepis secara halus. Menurutnya, kemungkinan besar ada “hal luar biasa” yang bisa membuat Mega sampai membuat keputusan tidak populer seperti itu.

“Yang jelas, Bu Aries itu termasuk pintar. Dia buat pengumuman seakan-akan dia legawa mengundurkan diri dari pencalonan, padahal sebenarnya dia dicoret. Jadi, dia tidak kehilangan muka di depan pendukungnya,” imbuh sumber.

Dihimpun dan diolah dari pelbagai sumber, I Gusti Ngurah Sara pernah menjadi anggota DPR RI Dapil Bali periode 1999-2009. Politisi sekaligus loyalis Megawati sejak PDIP masih bernama PDI ini berasal dari Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Biasa disapa John Sara oleh koleganya, dia termasuk tokoh lokal rasa nasional yang turut membidani ketika PDI Pro Mega hendak menggelar Kongres di Bali tahun 1998, dan kemudian melahirkan nama baru PDI Perjuangan (PDIP). Pada Pemilu 2004, John Sara mendulang 87.350 suara dan menempati urutan kedua setelah I Made Urip dengan 146.523 suara.

Baca juga :  Cegah Penularan Covid-19, Satgas Kelurahan Serangan Tertibkan Penduduk Non Permanen

Dari catatan sebelumnya, gejolak pencalegan di PDIP Bali ini merupakan kali keempat yang terjadi sejak Mei 2023. Sebagai pembuka adalah dicoretnya sejumlah kader di Badung dari DCS oleh DPD tanpa alasan yang jelas. Konflik ini kemudian reda setelah Megawati Soekarnoputri turun tangan langsung untuk merehabilitasi calon di Badung.

Kemudian pada pertengahan Agustus, DPD PDIP Bali digoyang demo dari massa pendukung Ketua PAC Kediri, Tabanan, Nyoman Mulyadi. Mereka memprotes pencoretan Mulyadi dari DCS tanpa dibekali penjelasan, kendati kini duduk perkaranya menguap tak jelas. Yang ketiga adalah pencoretan Gede Aman Rudi Sulantara, bacaleg untuk DPRD Bali Dapil Buleleng. Sulantara dihapus dari DCS dan diganti Gusti Artana. Dan, yang keempat adalah pencoretan Aries Sujati. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.