Pandemi Covid-19 Semakin Mendorong Guru sebagai Agen Perubahan, Raiyani Terpilih Jadi Ketua PGRI Kecamatan Denpasar Selatan

  • Whatsapp
CAMAT Denpasar Selatan, I Wayan Budha, didampingi Ketut Suarya dan jajaran PGRI Denpasar Selatan saat membuka Koncab PGRI Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (22/12/2020). Foto: tra
CAMAT Denpasar Selatan, I Wayan Budha, didampingi Ketut Suarya dan jajaran PGRI Denpasar Selatan saat membuka Koncab PGRI Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (22/12/2020). Foto: tra

DENPASAR – Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd., terpilih menjadi Ketua PGRI Kecamatan Denpasar Selatan masa bakti XXII periode 2020-2024. Raiyani menggantikan ketua masa bakti XXI periode 2016-2020, Drs. I Made Sudha, M.Pd. Penetapan Raiyani yang juga Plt. Kepala SMPN 9 Denpasar sebagai Ketua PGRI Kecamatan Denpasar Selatan terpilih secara aklamasi dalam Konferensi Cabang (Koncab) PGRI Kecamatan Denpasar Selatan, di SMAN 5 Denpasar, Selasa (22/12/2020).

Dalam kesempatan itu juga ditetapkan Wakil Ketua Pande Putu Ratni, S.TP., M.Pd., Sekretaris I Wayan Warsa, S.Ag.,  dan susunan pengurus lainnya. Yang menarik kepengurusan PGRI Kecamatan Denpasar Selatan yang dilantik bertepatan dengan Hari Ibu didominasi kaum perempuan lebih dari 60 persen.

Bacaan Lainnya

Selain memilih dan menetapkan Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Selatan masa bakti XXII periode 2020-2025, dalam Koncab juga dibahas pertanggungjawaban Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Selatan masa bakti XXI periode 2016-2020, termasuk pertanggungjawaban keuangan. Dalam Koncab juga ditetapkan ketentuan-ketentuan umum mengenai program kerja termasuk keuangan Pengurus Cabang PGRI Kecamatan Denpasar Selatan.

Ketua PGRI Kecamatan Denpasar, Raiyani, mengungkapkan, guru harus dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini. Seperti saat pandemi Covid-19 ini, saat diberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring), guru dituntut melek IT. Ini sesuai dengan tema Koncab ‘’Meningkatkan Peran Strategis Guru Dalam Mewujudkan Program Literasi, Numerasi, dan Berkarakter Menuju Indonesia Maju”.

Baca juga :  Kajari Denpasar : Perwali PKM Sudah Sejalan Dengan Aspek Hukum

Ketua Cabang PGRI Denpasar Selatan demisioner, Drs. I Made Sudha, M.Pd., mengungkapkan, semangat musyawarah mufakat dalam Koncab ini, patut diberikan tempat terbaik di tengah pandemi Covid-19. Dengan begitu Koncab PGRI tak berlangsung lama.

Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Ketut Suarya, M.Pd., berkata, Koncab PGRI dalam rangka memenuhi amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PGRI.  Koncab PGRI mengutamakan musyawarah guna mencapai mufakat dan menjadikan organisasi sebagai pemersatu anggota PGRI. 

Menurut Ketut Suarya, mimpi PGRI semenjak kelahirannya adalah mempertahankan NKRI, memajukan pendidikan, memuliakan guru, dan menolong kesulitan guru. Ia menyebut ini mimpi yang sangat luar biasa, dan ini harus menjadi pola pikir bagi warga PGRI dan pengurus.

‘’Jangan ber-PGRI kalau tidak ingin mempertahkan PGRI, jangan ber-PGRI kalau tidak ingin memajukan pendidikan, jangan ber-PGRI kalau tidak ingin memuliakan guru, dan jangan ber-PGRI kalau tidak ingin menolong kesulitan guru,’’ serunya.

Camat Denpasar Selatan, I Wayan Budha, saat membuka Koncab PGRI kecamatan Denpasar Selatan, mengatakan, peran guru di tengah pandemi, memang jarang disebut sebagai garda terdepan “melawan” Corona. Tapi, jangan pernah sama sekali mengabaikan fungsi dan perannya semenjak adanya kebijakan pemerintah memindahkan proses-belajar ke rumah. Justru masa sekarang, guru punya pekerjaan yang berlipat. Jauh lebih berat dibanding mengajar di dalam kelas.

Ia berterima kasih jajaran guru di Denpasar, khususnya di Kecamatan Denpasar Selatan sudah ikut membantu pemerintah mengkampanyekan prokes 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) dan pola hidup bersih dan sehat serta slogan “Ingat Pesan Ibu”. Tantangan bagi pengurus yang terpilih dalam masa pandemi Covid-19, kata dia, memang berat. Namun tantangan itu, sambung dia, wajib diemban dengan baik dan berintegritas karena kiprah PGRI tak boleh berhenti akibat pandemi Covid-19. Guru adalah agen perubahan menumbuhkan kreativitas dengan model pembelajaran abad ke-21. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.