Kasus Dana PEN Buleleng, Kejari Periksa 20 Saksi, Bupati Serahkan Proses Hukum

  • Whatsapp
KEPALA Kejari Buleleng, Putu Gede Astawa memberikan keterangan pers terkait dugaan korupsi dana PEN Pariwisata yang dikelola oleh Dispar Buleleng. Foto: ist
KEPALA Kejari Buleleng, Putu Gede Astawa memberikan keterangan pers terkait dugaan korupsi dana PEN Pariwisata yang dikelola oleh Dispar Buleleng. Foto: ist

BULELENG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng berencana pada Senin (15/2/2021) akan memanggil 20 saksi untuk diperiksa dalam penanganan dugaan penyimpangan dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata yang dikelola Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng.

Kasi Intel yang juga Humas Kejari Buleleng, AA Ngurah Jayalantara, mengatakan, 20 orang saksi yang dipanggil untuk diperiksa hari ini adalah pihak rekanan. Mereka merupakan penyedia segala kebutuhan dalam kegiatan Buleleng Explore yang digelar Dispar Buleleng.

Bacaan Lainnya

‘’Ada sekitar 20 orang saksi yang akan diperiksa besok Senin (hari ini, red). Pemeriksaan fokus pada perbuatan tersangka. Semua saksi yang dulu diperiksa akan diperiksa lagi. Mereka dari rekanan hotel, penyedia makanan, percetakan, pembuat tas, dan lain-lain,’’ kata Jayalantara, Minggu (14/2/2021).

Selanjutnya, kata Jayalantara, pada Selasa (16/2/2021) dan Rabu (17/2/2021) nanti dari pihak penyidik juga bakal melanjutkan pemeriksaan terhadap 8 orang tersangka, yakni berinisial Made SN, Nyoman AW, Putu S, Nyoman S, IGA MA, Kadek W, Nyoman GG, dan Putu B. ‘’Selasa dan Rabu itu dari Dispar, semua para tersangka. Termasuk juga ada saksi dari luar (Dispar Buleleng, red) yang masuk pada hari itu (Selasa dan Rabu),’’ ujarnya.

Baca juga :  PB FORKI Bertekad Optimalkan Sport Science, Kembali Gelar Pelatnas di Bali

Sementara itu, menyikapi 8 orang PNS di lingkup Dispar Buleleng menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi ini, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, angkat bicara. ‘’Saya menyerahkan sepenuhnya terhadap proses hukum kepada pihak kejaksaan,’’ kata Suradnyana.

Dia mengakui telah menandatangani Surat Keputusan (SK) Bupati Buleleng terkait dengan penyaluran dana hibah tersebut, yang peruntukannya 70 persen (untuk hotel dan restoran) dan 30 persen (dikelola Dispar Buleleng). Hanya saja pengelolaan dana 30 persen ini, justru Suradnyana mengaku tidak mengetahui secara detail.

Kata dia, program Buleleng Explore cukup bagus, tapi pelaksanannya bermasalah. ‘’Bentuknya baru saya tahu setelah ada masalah. Saya tidak dilaporkan apa-apa oleh dinas. Kan tidak mungkin Bupati sampai ikut beli pulpen, nyari hotel, nyari transport,’’ kilah Suradnyana.

Berkaca dari kasus ini, dia pun mengingatkan seluruh SKPD di lingkup Pemkab Buleleng agar lebih berhati-hati mengelola keuangan. ‘’Saya sebagai kepala daerah, jelas merasa iba, karena sampai delapan orang jadi tersangka. Ini pelajaran buat seluruh pimpinan SKPD agar berhati-hati mengelola keuangan, jangan terjadi lagi. Pemakaian dana pemerintah sudah ada SOP, harus ditaati,” pungkasnya. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.