Tersangka, Danny Karter Bersiap Nakhodai Gerindra KLU

  • Whatsapp
KETUA DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto (kanan), saat mendampingi Bambang Kristiono dan Wabup KLU, Danny Karter Febrianto (kiri), saat meninjau pembangunan wisma atlet NTB beberapa waktu lalu. Foto: rul
KETUA DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto (kanan), saat mendampingi Bambang Kristiono dan Wabup KLU, Danny Karter Febrianto (kiri), saat meninjau pembangunan wisma atlet NTB beberapa waktu lalu. Foto: rul

MATARAM – Wabup Lombok Utara, Danny Karter Febrianto, memang terjerat kasus korupsi pembangunan RSUD Kabupaten Lombok Utara (KLU). Namun, hal itu tidak menghalangi Partai Gerindra KLU untuk menjadikannya sebagai Ketua DPC Gerindra KLU. 

Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, menegaskan Danny Karter akan meneruskan estafet kepemimpinannya untuk lima tahun mendatang. Danny dinilai merupakan figur tepat untuk mempertahankan status suara Partai Gerindra sebagai pemenang Pemilu di KLU pada Pemilu 2024 mendatang. 

Bacaan Lainnya

“Dari sejumlah figur kader partai, Mas Danny yang kami anggap layak untuk menggantikan posisi saya. Itu sudah saya sampaikan langsung ke DPP dan DPD Gerindra NTB,” jelas Sudirsah, Rabu (1/12/2021).

Menurut anggota DPRD NTB itu, pergantian dan perombakan kepengurusan di internal Gerindra saat ini merupakan hal yang biasa. Perubahan struktural itu dilakukan DPP Gerindra murni untuk penyegaran organisasi. Dia menegaskan KLU masuk dalam penyegaran pengurus oleh DPP Gerindra. “Bagi kader, kami siap. Dipilihnya Mas Danny juga atas permintaan saya terkait siapa yang tepat melanjutkan estafet kepemimpinan partai di KLU,” urainya. 

Saat ini, ungkapnya, DPC Partai Gerindra KLU masih menunggu jadwal penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh DPP melalui DPD Gerindra NTB. Untuk Provinsi NTB, lanjut Sudirsah, DPC yang kali pertama dilakukan penyegaran adalah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Pathul Bahri selaku Ketua DPC dan juga Bupati Loteng digantikan Muhalip, yang kini menjabat anggota DPRD Loteng. 

Baca juga :  Pesta Miras Saat Pandemi, Satgas Desa Peguyangan Kangin Amankan 8 Warga Luar Bali

Menurut informasi yang dia peroleh, Sudirsah menyebut jadwal penyerahan SK untuk DPC Gerindra KLU antara awal atau pertengahan Desember ini. Hal itu juga berarti dia dalam posisi menunggu giliran untuk mendapat penyerahan SK. 

Terkait posisinya setelah tidak lagi menakhodai DPC Gerindra KLU, Sudirsah berujar siap ditempatkan di posisi apapun oleh DPP Partai Gerindra. “Sebagai kader partai, saya akan patuh dan tunduk kepada keputusan partai,” ucapnya memungkasi. 

Seperti diwartakan sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB menetapkan Danny Karter Febrianto (DKF) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan IGD dan ICU di RSUD KLU. Saat kasus ini terjadi, Danny menjabat sebagai staf ahli dan konsultan CV Indo Mulya yang menggarap pembangunan penambahan ruang IGD dan ICU di RSUD KLU.

Selain Danny, tersangka lain dari kasus dugaan korupsi itu yakni Direktur RSUD KLU, Samsul Hidayat (SH), yang telah mengundurkan diri awal Agustus lalu dan kini menjadi pegawai fungsional di Kabupaten Sumbawa. Kemudian ada juga HZ selaku PPK RSUD KLU, MR selaku kuasa PT Batara Guru (penyedia), dan Direktur CV Indo Mulya, LFH. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.