Aktivis di Mataram Ikuti Diskusi Publik Pamer Pancasila

  • Whatsapp
NARASUMBER Diskusi Publik Pamer Pancasila, Aurelius R.L. Teluma; Eko Chrisdianto Purnomo, dan Sahdan. Foto: rul
NARASUMBER Diskusi Publik Pamer Pancasila, Aurelius R.L. Teluma; Eko Chrisdianto Purnomo, dan Sahdan. Foto: rul

MATARAM – Sedikitnya 100 aktivis dari berbagai organisasi kepemudaan di Kota Mataram mengikuti Diskusi Publik Pamer Pancasila di D’Datu Café, Kekalik Mataram, Senin (30/11/2021) malam. Aktivis yang hadir dari PMII, IMM, PMKRI, KMHDI, HMI, Ikatan Mahasiswa Papua (Imapa) dan Kelompok Pembebasan Mataram. Tampil sebagai pemateri yakni dosen Komunikasi Unram, Aurelius Teluma; Kepala Pusat Studi Pancasila dan Konstitusi Unram, Eko Chrisdianto; dari DPP GMNI Bidang Agraria, Sahdan. 

Ketua DPD GMNI NTB, Al Mukmin, mengatakan, munculnya isu ideologi lain di Indonesia untuk mengganti Pancasila dapat dengan mudah memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, dia menilai perlu dilakukan sejumlah upaya untuk menguatkan Pancasila sebagai ideologi negara. “Langkah ini agar kita tidak lupa dengan marwah serta sejarah Indonesia, sehingga dapat tercapai persatuan dan kesatuan dalam bernegara,” tegasnya saat memberi sambutan.

Bacaan Lainnya

Menurut Eko Chrisdianto, Pamer Pancasila bukan hanya dilaksanakan di lintas mahasiswa dan pemuda, tetap juga harus menyentuh terhadap akar persoalan rakyat. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah investigasi sosial kepada masyarakat. Selain itu, gerakan untuk mengedukasi masyarakat terkait nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan harus juga dilakukan. 

“Kemudian yang lebih penting adalah, kita tidak boleh meninggalkan sejarah dalam dalam ideologi Pancasila yang disepakati oleh founding father kita,” serunya.

Baca juga :  ITDC Ajak Masyarakat Tidak Terpuruk Melawan Covid-19

Hal senada dilontarkan Aurelius Teluma, dosen Ilkom Unram. Dia memaparkan, sumbangsih terbesar bagi umat beragama sampai saat ini adalah Pancasila sebagai ideologi bangsa. Melalui Pancasila, sambungnya, akan diajarkan untuk memegang teguh prinsip Ketuhanan dalam beragama. Selanjutnya prinsip keadilan dalam berkehidupan sebagai sesama manusia.

“Karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila perlu terus dilakukan agar bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, di tengah banyaknya keberagaman,” ulasnya.

Sebelumnya, perwakilan DPP GMNI, Sahdan, berujar modal utama yang harus dimiliki mahasiswa dan kaum muda adalah kesadaran bersama pada problem inti. Sebab, kata dia, yang perlu disadari adalah masalah inti saat ini adalah mudah dipecah oleh isu-isu yang tidak mendasar. 

Untuk itu, sebagai bagian kelompok pemuda, mahasiswa perlu bersatu tanpa perlu memandang ras, suku, maupun agama. “Persatuan yang kita pegang harus berpedoman pada ideologi Pancasila, karena sejatinya perdebatan ideologi sudah berakhir. Tinggal bagaimana hari ini kita benar-benar mengawal ideologi tersebut dalam perjuangan,” ajaknya. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.