Surat Minta Perlindungan Hukum ke Polda Dipertanyakan

  • Whatsapp
Ngakan Ketut Putra. Foto: adi
Ngakan Ketut Putra. Foto: adi

GIANYAR – Surat Bendesa Desa Adat Gianyar, Kelurahan/Kecamatan Gianyar, Dewa Swardana, ke Polda Bali dipertanyakan salah seorang pemuka masyarakat Desa Adat Gianyar, Ngakan Ketut Putra. Dalam surat itu, Bendesa minta perlindungan hukum karena persoalan tanah yang saat ini sedang direvitalisasi. Surat berkop Desa Adat Gianyar tersebut dikirim pada Senin (8/2/2021).

Putra menyayangkan langkah Bendesa tersebut, karena terkesan melangkahi aparat Polres Gianyar. Terlebih dalam surat itu Bendesa menyatakan Desa Adat Gianyar sudah mau mengalah. “Kok ada kalah dan menang? Kalau mengaku kalah, kok bersurat ke Polda? Apanya yang kalah, terus siapa yang menang?” seru anggota DPRD Gianyar itu.

Bacaan Lainnya

Dia menilai surat itu aneh, karena warga yang direlokasi dan tanah pekarangannya dipakai pasar sudah dapat pengganti ke sejumlah tempat. Isi surat itu disindir banci, karena terkesan tanggung. Sebab dalam hal status hak atas tanah, BPN Gianyar sudah menawarkan agar dilakukan gugatan ke pengadilan. “Tapi kok malah minta perlindungan ke Polda?” sindirnya.

Terkait persoalan tersebut, Putra mengusulkan desa adat menyusuri aset yang lain. Dia juga menyarankan bendesa menyudahi mempersoalkan Pasar Gianyar, karena pasar ini dibangun dengan sangat bagus oleh pemerintah. Pasar ini diklaim akan menjadi pusat perputaran perekonomian masyarakat Gianyar wilayah timur. 

Baca juga :  Polda-Unud Siap Ubah Arak Jadi Disinfektan

Pemkab juga disebut memberi perhatian banyak kepada Desa Adat Gianyar, antara lain kerjasama pengelolaan parkir di Kota Gianyar. “Mari kita membangun kebersamaan dengan pemerintah, karena apa yang dilakukan pemerintah untuk Gianyar sudah sangat baik,” pesannya.

Putra juga menyarankan agar Bendesa Gianyar lebih fokus untuk penguatan pencegahan penularan Covid-19. “Pencegahan pandemi ini jauh lebih urgen karena menyangkut nyawa masyarakat,” sergahnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.