MATARAM – KPU NTB melakukan pemantauan dan monitoring pelaksanaan dua tempat pemungutan suara (TPS) di Dusun Karang Montong Lauq, Desa Pemenang Timur, KLU yakni TPS 10 dan 11. Monitoring dilakukan Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, Rabu (9/12/2020). Meski hujan mengguyur deras, animo masyarakat terpantau cukup tinggi mendatangi TPS di wilayah KLU.
Suhardi Soud memastikan KPPS di seluruh TPS menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid- 19 secara ketat saat proses pemungutan suara dijalankan. Alat pelindung diri (APD) lengkap dan diterima semua PPK dan PPS. Selain itu, KPU juga menyediakan bilik khusus di semua TPS bagi pemilih yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat Celcius. “Ini dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 saat pemungutan suara,” kata Suhardi.
Lebih jauh dikatakan, jumlah pemilih di tujuh wilayah di NTB sebanyak 2,1 juta pemilih dengan total jumlah TPS sebanyak 6.087 TPS. “Kami pastikan pelaksanaan pemungutan suara di semua TPS menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat,” tegasnya. Bilik khusus diadakan, urainya, dibuat agar semua pemilih dapat menggunakan hak pilihnya, dan kemungkinan penularan Covid-19 dapat diantisipasi.
Untuk informasi tambahan, Pilkada 2020 di tujuh wilayah di NTB dilangsungkan di KLU, Kota Mataram, Lombok Tengah, Sumbawa, KSB, Dompu dan Kabupaten Bima.
Anggota KPPS 11 Desa Karang Montong Lauq, Desa Pemenang Timur, Tasarudin, mengatakan, jumlah DPT di wilayahnya mencapai sekitar 273 pemilih, dan jumlah kertas suara yang diterima sebanyak 280 lembar. “Tadi sebagaian besar pemilih datang menggunakan masker. Itu artinya, mereka patuh pada protokol kesehatan Covid-19,” ungkapnya.
Untuk di TPS 11 jumlah pemilih mencapai 334 orang, dengan jumlah kertas suara sebanyak 343 lembar. “Tadi laporan KPPS ada sekitar 10 orang warga yang hamil. Nanti KPPS bersama para saksi akan didatangi petugas dengan pengawas, juga saksi dua paslon,” tandas Suhardi. rul
























