JAGUNG Gembal dikenal dengan sorgum, merupakan makanan pokok masyarakat Buleleng. Bukti dapat terlihat dari lambang Kabupaten Buleleng, salah satu kakinya memegang jagung Gembal.
Selain biji jagung Gembal yang dijadikan beras Gembal sebagai makanan pokok, batang jagung Gembal yang manis mengandung gula hingga 18 brix dapat diolah sebagai sumber bahan dasar fermentasi untuk dibuat arak. BPTP membantu kelompok Tani Jagung Gembal Desa Bukti, Buleleng, dalam inovasi desertifikasi produk olahan.
Batang jagung diperas untuk mendapatkan nira, kemudian difermentasi, selanjutnya hasil fermentasi didestilasi untuk mendapatkan arak. “Arak yang dihasilkan berbau khas dan memberikan cita rasa yang berbeda dengan arak-arak lainnya,” ujar akademisi dari Fakultas MIPA, Universitas Udayana Udayana, I Made Agus Gelgel Wirasuta, Jumat (22/10).
Selain itu, lanjut Gelgel, batang perasan dari jagung Gembal dicacah kemudian difermentasi dengan probiotik untuk mendapatkan silase sebagai bahan pakan ternak sapi berkualitas tinggi. “Desa Kerthi Bali Sejahtera di Desa Bukti beranjak dengan bantuan inovasi dari BPTP Bali dan Jurusan Farmasi FMIPA Udayana, telah ambil bagian menerapkan pembangunan pertanian yang berintegrasi dengan peternakan, dan pengolahan produk menjadi produk unggulan Bali, ” sebutnya.
Ia menambahkan, petani jagung Gembal Desa Bukti, Buleleng, berharap dukungan lebih real dari pemerintah agar menjadi kelompok tani unggulan yang mengembalikan tanaman endemik Bali sebagai unggulan ekonominya. rls
























