DENPASAR – SMPN 2 Denpasar alias Spentwo, Selasa (2/8/2022) genap berusia 57 tahun. Momentum HUT tak mau dilewatkan tanpa makna. Puncak HUT digelar dengan meriah dengan menampilkan kreativitas siswa. Tak ketinggalan Kepala SMPN 2 Denpasar, I Gusti Agung Ayu Made Seni Wati, S.Pd., tampil memakau membawakan sebuah puisi berjudul “Cahaya Suci di Ufuk Timur”.
Puncak HUT ditandai pelepasan balon warna-warni dan pemotongan tumpeng oleh Kasek I Gusti Agung Ayu Made Seni Wati. Acara juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Ag.
HUT tahun ini mengambil tema “Prolog 57 Bersama Satu Tujuan Berkarakter dalam Literasi Digital di Era Revolusi 4.0”. Menurut Seni Wati, tema HUT kali ini dimaknai sebagai langkah menyatukan tujuan dan menyamakan persepsi, sehingga apa yang dilakukan akan lebih maksimal. Kedua, membuat suasana aman dan nyaman sehingga warga sekolah betah di sekolah.
Di usia 57 tahun ini, siswa SMPN 2 Denpasar diharap terus menunjukkan prestasi, semakin jaya, semakin maju, dan semakin berkibar. Sebagai kado spesial di puncak HUT, Seni Wati menerima empat medali emas dan 1 perunggu dari salah seorang siswa bernama Ni Kadek Rena Kartika yang merupakan perenang andalan Bali. Prestasi itu ia raih di kejuaraan nasional Festival Akuatik Indonesia (FAI) di Jakarta.
Seni Wati; didampingi Waka Kurikulum, Kadek Arie Wahyuning, S.Pd., M.Pd.; Waka Kesiswaan, Farid Ahmad, S.Pd.; Waka Sarpras, IA Putu Prahasti Negari, S.Pd.; dan Waka Humas, Nyoman Indrayaini Pinatih, S.Pd., M.Pd., menyebutkan, mulai tahun ajaran baru ini, SMPN 2 Denpasar sudah mengimplikasikan Kurikulum Merdeka. Dimana project yang diambil diagenda tiga kali yaitu saat jeda semetar satu, berikutnya akhir semester satu dan di tengah semester dua.
Langkah awal yang diambil yakni membangun jiwa interpreuner sejak dini melalui kantin kejujuran. Di samping memperkenalkan siswa jajan tradisional bali. Kedua, menggali kreativitas dan bakat siswa. Terlebih di SMPN 2 Denpasar banyak terdapat sanggar seni. Salah satunya Teater Lingkar, dimana siswa diajak untuk bermain peran.
Terakhir adalah pengembangan literasi e-library di perpustakaan Widya Sastra SMPN 2 Denpasar. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka ini, selain membuat tim khusus, juga memberdayakan dua gurunya yang sudah menjadi guru penggerak.
Seni Wati menyebutkan, apalah arti seorang kepala sekolah tanpa didukung peran guru dan pegawai yang baik. Karenanya, ia mengakui, prestasi yang diraih siswa adalah hasil dari kerja keras, kerja cerdas, kerja sama dan kerja tanggung jawab para guru dalam membimbing siswa. Ia juga berterima kasih kepada orangtua siswa yang sudah peduli dengan kemajuan pendidikan di SMPN 2 Denpasar.
Kadisdikpora AA Gede Wiratama, memberi apresiasi positif di usia 57 tahun, SMPN 2 Denpasar mampu tampil berkualitas. Ia menyebutkan, tantangan pendidikan ke depan semakin berat. Guru menjadi kunci utama sebagai penggerak perubahan.
Dia menegaskan kualitas guru sangat menentukan kualitas pendidikan. Makanya dia ingin terus kobarkan rasa jengah dan membangun prestasi bersama guna menjadikan sekolah di Denpasar yang berkualitas sama.
Ketua Panitia HUT, Farid Ahmad, menambahkan, serangkaian HUT digelar sejumlah lomba kreativitas siswa secara intern. Di antaranya, lomba futsal, mobile legend, lomba yel-yel, dan lomba sains. tra
























