Zulkieflimansyah Dinilai Pantas Dampingi Anies di Pilpres 2024

  • Whatsapp
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah, saat mengunjungi kediaman Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, beberapa waktu lalu. Foto: ist
GUBERNUR NTB, Zulkieflimansyah, saat mengunjungi kediaman Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, beberapa waktu lalu. Foto: ist

MATARAM – Pilpres 2024 memang masih jauh, tapi meraba-raba siapa berpasangan dengan siapa mulai diluncurkan oleh sejumlah pihak. Salah satu sosok yang mulai dibincangkan di media sosial di NTB untuk masuk bursa Pilpres adalah Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, untuk menjadi pasangan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bagaimana respons PKS NTB sebagai pengusung Zul saat Pilkada NTB 2018 lalu atas isu tersebut?

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW PKS NTB, Sembirang Ahmadi, berkata Zulkieflimansyah merupakan kader terbaik PKS yang ditugaskan DPP ke NTB. Dia mengklaim ketokohan Bang Zul itu tidak diragukan lagi. Sebelum menjabat Gubernur NTB, Bang Zul tiga periode sebagai anggota DPR RI yang bukan dari Dapil NTB. Bang Zul juga sempat menjadi calon Wakil Gubernur Banten mendampingi Marissa Haque, yang saat itu berlangsung sengit melawan Ratu Atut.

Bacaan Lainnya

“Wajar warganet ramai memperbincangkan pertemuan Pak Anies dan Bang Zul, untuk selanjutnya mereka berdua disandingkan pada Pilpres mendatang. Bagi kami itu sah-sah saja,” ulasnya, Selasa (23/2/2021).

 “Sekali lagi, Pak Anies dan Bang Zul adalah dua sahabat karib yang sama-sama satu almamater di Universitas Indonesia (UI), juga sama-sama pengurus BEM UI kala itu. Tentu chemistry (kecocokan) mereka sudah terjalin lamalah,” sambungnya.

Baca juga :  Rajut Kenangan, Golkar Bali Salurkan Sembako ke Perdoden

Jika kelak DPP PKS menugaskan Bang Zul untuk “naik kelas” bertarung ke level nasional, dia mendaku ikhlas merelakan kepergiannya dari NTB. Apalagi pamor PKS seperti tengah naik daun. Jika pada Pemilu Legislatif 2019 PKS hanya nangkring di posisi ketujuh partai dengan jumlah suara terbanyak di DPR, kini mereka naik ke posisi keempat versi hasil survei elektabilitas parpol.

Melejitnya popularitas PKS tersebut dapat dilihat dari survei Lembaga Indo Barometer. Menurut survei tersebut, PKS memiliki elektanbilitas 7,8 persen. Sekali lagi dia menegaskan, bila misalnya PKS ingin menduetkan Anies dan Bang Zul sebagai capres dan cawapres, dia sebagai kader partai siap mendukung dan menyukseskan pencalonannya. “Kan fakta PKS sudah diterima publik dengan sikap kritisnya selama ini,” urai Sembirang bernada optimis.

Terkait naiknya elektabilitas PKS dapat dilihat dari hasil survei Litbang Kompas pada awal 2021. PKS mendapat 5,4 persen pilihan responden, meninggalkan Partai Golkar yang “hanya” dipilih 3,4 persen. Padahal perolehan suara Golkar pada Pemilu 2019 sebesar 12,31 persen. Berdasarkan survei pada bulan Oktober 2019 dan Agustus 2020, elektabilitas Golkar turun menjadi 7,7 persen dan dan 5,9 persen. Survei ini ditampilkan di Harian Kompas edisi 22 Februari 2021. Survei ini melibatkan 2.000 responden secara acak di 34 provinsi, dengan tingkat kepercayaan survei 95 persen dan margin of error 2,83 persen. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.