Dukung SE Gubernur, Fraksi PDIP Gianyar Buat Seragam Endek

  • Whatsapp
KETUA Fraksi PDIP DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana; didampingi Sekretaris Fraksi, Ni Made Ratnadi. Foto: adi
KETUA Fraksi PDIP DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana; didampingi Sekretaris Fraksi, Ni Made Ratnadi. Foto: adi

GIANYAR – Jajaran Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Gianyar sepakat membuat seragam endek untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Bali tentang penggunaan endek. Anggota fraksi tergemuk di Gianyar ini memesan 40 lembar kain endek kepada perajin tenun ikat yang ada di Gianyar. Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDIP DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana, usai mengikuti webinar DPD PDIP Bali terkait pemberlakuan SE Gubernur Bali Nomor 4/2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali atau Kain Tenun Tradisional Bali, di ruang Fraksi PDIP, Selasa (23/2/2021).

Sudarsana mengatakan, melalui webinar itu para kader diberi pemahaman mengenai SE tersebut, yang bertujuan melestarikan kain khas Bali yakni endek. “Dalam webinar itu wawasan kami dibuka bahwa SE ini merupakan terobosan cerdas, dan kebijakan yang prorakyat,” ujarnya didampingi Sekretaris Fraksi Ni Made Ratnadi.

Bacaan Lainnya

Menurut Sudarsana, pemberlakuan SE itu momennya sangat tepat, karena pada masa pandemi Covid-19 ini kelompok perajin tenun endek di Bali dapat kembali bangkit. Sebelumnya perajin terpuruk karena perekonomian menurun. 

Di Kabupaten Gianyar, terangnya, ada 17 kelompok perajin tenun endek, dan sebagian besar yang pernah didatangi mengeluhkan kondisi saat ini. Mereka mengeluhkan produksi menurun karena tidak ada pesanan yang masuk, sedangkan mereka harus menggaji karyawan. “Dikeluarkannya kebijakan Gubernur Bali yang prorakyat ini, kami rasa momennya sangat tepat,” cetusnya.

Baca juga :  Gubernur Koster Siapkan Insentif untuk Desa Adat

Karena tujuannya baik, dia mengajak masyarakat yang memiliki daya beli cukup untuk ikut mendukung SE ini. SE ini jelas peruntukannya bagi pejabat, pegawai negeri, dan swasta yang punya tanggung jawab moral ikut mempromosikan. Dia juga mengajak buang ego budaya konsumtif dengan mengagungkan produk luar.

“Mari kita banggakan produk sendiri yang juga dibanggakan orang luar. Contoh tenun Putri Ayu sudah go public, sekelas Dior saja bangga menggunakan endek,” katanya berargumen. 

Bahwa ada yang merisak kebijakan itu media sosial (medsos), dia beralasan bahwa rakyat sedang lapar itu hal biasa. Dia juga yakin yang kritis tidak jelas di medsos itu kebanyakan akun palsu. Untuk mendukung SE tersebut, Fraksi PDIP memesan 40 lembar kain endek untuk seluruh anggota fraksi untuk dibuat seragam. “Akan dijadikan seragam tapi motifnya beda-beda,” jelasnya.

Dia memutuskan membeli kain saja agar sektor lain juga ikut kecipratan rezeki, misalnya tukang jahit. Jahit bajunya boleh di mana saja, apalagi di masa pandemi ini kita semua memang harus berbagi. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.