TABANAN – Jajaran Kodim 1619/Tabanan melaksanakan siaga bencana dan mengerahkan personel babinsa di koramil jajaran untuk mengecek wilayah masing-masing. Selain itu, juga memberikan bantuan, baik evakuasi warga, pembersihan tanah longsor, maupun gotong- royong untuk mengurangi dampak dari banjir yang sempat terjadi pada Sabtu (10/10/2020).
Dandim Tabanan, Letkol Inf. Toni Sri Hartanto; bersama personel koramil langsung turun ke titik-titik lokasi bencana, baik bencana banjir, tanah longsor maupun pohon yang tumbang di beberapa wilayah di Kabupaten Tabanan. Hal itu juga dilakukan mulai sehari pascabencana, Minggu (11/10/2020).
Toni menegaskan,
sampai saat ini tidak ada korban jiwa akibat cuaca ekstrem berupa hujan deras
yang sepat mengguyur Kabupaten Tabanan selama lebih 12
jam itu. “Kalau kerugian materiil masih belum bisa
ditaksir, karena banyak kerugian bangunan-bangunan yang rusak, serta harta
benda yang hilang dalam bencana alam kali ini,” ujarnya.
Dikatakan, ada
beberapa wilayah yang jadi atensi dalam bencana alam ini. Di antaranya di
Kecamatan Kediri, yaitu jalan penghubung antara Banjar Sanggulan dan Desa
Banjar Anyar, Kediri, yang putus total. Kerusakan juga terjadi di jalan desa di
Jatiluwih, yang jebol selebar
tiga meter, dengan panjang sekitar 30 meter.
Menurut Toni, Kodim Tabanan bersama instansi terkait, yaitu pemkab, kepolisian, BPBD, serta masyarakat, bahu-membahu di lapangan untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir maupun tanah longsor. “Selain itu, juga melakukan gotong royong pembersihan, dan melakukan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari bencana ini,” ujarnya.
Toni juga mengatakan
bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dinasterkait di Pemkab Tabanan, agar segera melakukan langkah-langkah penanggulangan
bencana, agar warga yang terdampak segera mendapatkanbantuan-bantuan yang
dibutuhkan.
Dia juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama
menjaga kebersihan lingkungan. “Agar tidak buang sampah sembarangan, karena
pada musim hujan ini akan mengakibatkan banjir dan tanah longsor, serta
timbulnya bibit penyakit di mana-mana,” pungkasnya. gap
























