POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, mengimbau sekolah swasta di Denpasar untuk tidak khawatir mengenai potensi kesulitan dalam mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Meskipun ada penambahan jumlah rombongan belajar (Rombel) di sejumlah SMP negeri, Disdikpora Denpasar memastikan masih ada 7.278 lulusan SD yang tidak tertampung di SMP negeri.
‘’Kan masih ada sekitar 7.278 anak-anak tidak diterima di negeri yang bisa masuk ke swasta,’’ ungkap Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Ida Bagus Suryadana, di sela-sela sosialisasi SPMB 2026 yang diikuti kepala SMP swasta se-Kota Denpasar di aula Kantor Disdikpora Kota Denpasar, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun ajaran baru 2026/2027, Disdikpora Kota Denpasar mencatat daya tampung murid baru SMP negeri di Denpasar sebanyak 5.960 orang dari 17 sekolah. Sementara jumlah murid kelas VI sebanyak 13.238 siswa. Dari jumlah itu, 8.424 murid ber-KK Denpasar dan 4.824 murid KK luar Denpasar.
Dari daya tampung SMP negeri sebanyak 5.960 murid terbagi ke dalam 149 kelas. Daya tampung tahun ini meningkat dari SPMB tahun lalu sebanyak 5.880 murid yang terbagi ke dalam 147 rombel. SPMB tahun ini terbagi menjadi 4 jalur. Yakni, jalur domisili, jalur afirmasi, jalur mutasi dan jalur prestasi.
Ia mengatakan, hasil TKA akan diberikan kuota sebanyak 5 persen atau 298 murid dalam SPMB pada jalur prestasi. ‘’Pada SPMB tahun ini mengakomodir hasil TKA yang nantinya dimasukkan ke jalur akademik pada kategori prestasi akademik,’’ jelasnya.
Untuk mendaftar kategori akademik TKA ini, calon murid hanya boleh memilih satu sekolah dari 17 SMP negeri. Apabila jumlah nilai sertifikat TKA sama, maka ditentukan berdasarkan nilai tertinggi pada mata pelajaran dengan urutan pertama bahasa Indonesia dan kedua matematika. ‘’Apabila nilai kedua mata pelajaran sama, maka kami memprioritaskan calon murid dengan usia yang lebih tua,’’ katanya.
Jika saat seleksi pada jalur prestasi tidak lolos, maka bisa mendaftar kembali pada jalur domisili atau jalur afirmasi.
Suryadana minta sekolah swasta tak buru-buru menutup pendaftaran. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat memperoleh pendidikan, sekalipun di sekolah swasta.
‘’Agar lebih banyak anak dapat tertampung, maka kami pun meminta agar persyaratan masuk ke sekolah swasta tidak perlu terlalu ketat,’’ imbuhnya.
Ia menyebutkan, sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat (swasta) tidak berlaku sistem domisili (jarak). Itu artinya, sekolah swasta bebas menerima calon siswa. Pengalaman tahun sebelumnya, banyak sekolah swasta di Denpasar diserbu oleh murid dari luar Kota Denpasar, bahkan luar Bali. Ini membuktikan pendidikan di Denpasar berkualitas dan dipercaya. tra
























