TABANAN – Bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang karena dampak hujan deras yang terjadi di Tabanan, Sabtu (10/10/2020), terdata di 57 titik lokasi. “Berdasarkan laporan yang masuk, kami mendata bencana alam itu terjadi di 57 titik lokasi,” ungkap Kalakhar BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Made Sucita, Minggu (11/10/2020).
Bencana alam akibat diguyur hujan deras
tersebut, katanya, hampir merata terjadi di semua kecamatan di Kabupaten
Tabanan, kecuali Kecamatan Baturiti. “Sampai saat ini belum ada laporan masuk
dari
Kecamatan Baturiti,” ujar Sucita, usai meninjau sejumlah lokasi pascabencana.
Dari jumlah bencana yang terjadi
sebanyak itu, dia juga menyebut sejumlah kerugian yang ditimbulkan. Pihaknya
belum bisa memastikantotal kerugian yang timbul akibat bencana tersebut, namun
diprediksi sekitar Rp3 miliar.
“Kalau ditanya kepastian jumlah kerugian akibat bencana alam ini, kami belum
bisa memastikan. Karena sehari pascabencana ini, kami bersama pejabat Dinas
PUPR Tabanan masih mendata taksiran kerugian yang timbul. “Kalau dikira-kira ya
sekitar Rp 3 miliar, namun angka ini
belum pasti,” tukas Sucita.
Terlepas dari bencana alam yang telah terjadi, Sucita juga mengimbau kepada semua pihak dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tabanan, agar senantiasa waspada dan menjaga kelestarian lingkungan alam. “Meskipun bencana itu tak bisa diduga kapan terjadi, namun perlu kewaspadaan semua pihak. Masyarakat juga ikut membantu menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa mengakibatkan saluran air tersumbat hingga terjadi banjir. Mari kita tingkatkan kesadaran dan sama-sama saling mengingatkan, serta menjadikan bencana alam ini sebagai pelajaran bagi kita bahwa betapa penting menjaga lingkungan dan alam ini,” pungkasnya.
Bencana yang terjadi
di wilayah Kecamatan Selemadeg, antara lain tembok penyengker Pura Dalem Desa
Adat Munduk, Desa Bajera Utara longsor sepanjang 30 meter. Kerugian material
sekitar Rp75 juta. Banjir di Banjar Bajera Sari, Desa Bajera, yang
mengakibatkan dua rumah terendam, masing-masing milik I Ketut Lanus (43) dan I
Made Astika Dana (33). “Wantilan Pantai Soka pun ambruk. Sementara pohon
tumbang di timur
Jembatan Bajera,” ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Budi Astawa.
Tanah longsor dan
banjir juga terjadi di halaman rumah warga, di Jalan Tukad Pancoran Blok X No.
11, Banjar Sanggulan Anyar. Longsor dengan kedalaman sekitar enam meter. Banjir
terjadi di jalur masuk Perumahan
Panorama Sanggulan, yang mengakibatkan 28 rumah warga terendam banjir setinggi
sekitar satu meter. “Seluruh warga sudah dievakuasi ke Museum Subak Sanggulan.
Nihil korban jiwa,” ujar Kapolsek Kediri, Kompol I Gusti Nyoman Wintara.
Jembatan putus
terjadi di Lembah Sanggulan. Semua warga sudah dievakuasi ke Sanggulan Desa.
Satu orang, Ahmad Soleh (26) mengalami luka, karena sempat terseret arus
sungai, namun sudah mendapatkan
pengobatan di rumah sakit. Tanah longsor juga terjadi di Perum Sandan Sari Blok
G, Banjar Jadi Pisah, Desa Banjar Anyar. Hal serupa terjadi di Perum Griya
Multi Jadi, Banjar Jadi Pisah. gap
























