SK Pengukuhan Ditunda, Mejaya-Jaya Bendesa Adat Gianyar Tetap Dilangsungkan

  • Whatsapp
PROSESI mejaya-jaya Prajuru Desa Adat Gianyar pada Purnama Kapitu, Selasa (29/12/2020) sore di Pura Puseh Desa Adat Gianyar. foto: ist

GIANYAR – Surat Keputusan (SK) pengukuhan Bendesa Adat Gianyar terpilih, Dewa Made Suwardana, ditunda. Namun, pengukuhan secara niskala tetap digelar melalui upacara mejaya-jaya pada Selasa (29/12/2020) sore di Pura Puseh Desa Adat Gianyar.

Hal itu diungkapkan Ketua Sabha Desa Adat Gianyar, Ida Bagus Gaga Ardhana, Rabu (30/12/2020). Dia memaparkan, Suwardana terpilih kembali secara musyawarah mufakat pada 20 Desember 2020 lalu. Pemilihan Bendesa Adat Gianyar juga disebut sesuai dengan awig-awig, sehingga diharapkan SK pengukuhan bisa keluar bertepatan dengan digelarnya prosesi mejaya-jaya.

Bacaan Lainnya

“Sudah sesuai awig-awig, berarti tidak ada masalah. Cuma dalam pelaksanaan kok sampai hari yang kami harapkan, yakni mejaya-jaya nemoning purnama kapitu, SK pengukuhan tidak dapat?” sebutnya.

Saat paruman ngadegang Bendesa, dia mengakui ada selisih pendapat. Ada yang setuju, ada juga yang tidak setuju. Hanya, dia juga menilai kondisi tersebut merupakan hal wajar sebagai bagian dari demokrasi. “Begitu kesimpulan diambil dengan musyawarah mufakat keputusan itu adalah A, yang punya pendapat B mengikuti A, kan begitu logikanya. Semua proses itu juga berjalan normatif,” tegasnya.

Baca juga :  Pemerintah Diharap Tidak Hilangkan Pekerjaan Petani Arak

Terkait Perda Provinsi Bali nomor 4 Tahun 2019, Pergub 4 Tahun 2020 tentang Desa Adat, dan SE nomor 006/SE/MDA-Prov Bali/VII/2020 tentang proses Ngadegang Bendesa Adat, menurutnya, memang ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Namun, karena ini masa transisi, dia memilih tetap berjalan sesuai ketentuan awig awig setempat.

Dalam pandangannya, sesuai peraturan tersebut, susunan kepengurusan bendesa itu fokusnya harus mendapat pengakuan dan pengukuhan dari MDA Provinsi. Untuk mengejar proses pengukuhan itulah maka dia mengajukan ke MDA kecamatan dan kabupaten.

Dia berujar, MDA Provinsi memberi catatan bahwa segala sesuatu yang dilakukan itu tidak ada masalah, dan sesuai dengan awig-awig. “Makanya kami dalam paruman tanggal 24 Desember memutuskan dan menetapkan pelaksanaan mejaya jaya, melengkapi susunan kepengurusan bendesa,” ungkapnya.

Terkait persyaratan pokok yaitu pararem harus diregistrasi, Gaga Ardhana mendaku sejauh ini belum bisa dilaksanakan. Alasannya, di lembar konsultasi dari MDA Provinsi sudah jelas disebut bisa disusul, dengan catatan pengukuhan dan mejaya-jaya tetap jalan. Bahwa kini SK ditunda, dia menilai kendalanya di rekomendasi MDA Kecamatan dan MDA Kabupaten.

Ditegaskannya, meski belum mengantongi SK pengukuhan, tugas pokok fungsi Bendesa yang baru akan tetap berjalan sesuai dresta setempat. “Tidak ada masalah setelah mejaya jaya,” lugasnya.

Plt Majelis Alit Desa Adat Kecamatan Gianyar, Ngakan Putu Sudibia, yang sedianya dimintai komentar, belum memberi tanggapan penuh karena mengaku sedang ada kegiatan. “Jantos jebos tiang kari wenten amet pinet ring desa (Tunggu sebentar, saya masih ada amet pinet di desa),” sahutnya singkat. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.