Desa Pejeng Kangin Tanam Bibit Tanaman dan Tebar Ikan

  • Whatsapp
PLT Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menyerahkan bantuan bibit tanaman, Rabu (30/12/2020). foto: adi

GIANYAR – Tahun 2020 menjadi gema kesadaran lingkungan di Kabupaten Gianyar, Bali dengan indikator kesadaran masyarakat menciptakan lingkungan bersih, asri, dan sehat terus bangkit. Tak hanya di bidang kebersihan di perkotaan, sadar lingkungan ini juga menggema hingga ke pelosok desa.

Salah satunya dilakukan kelompok pencinta lingkungan di Desa Pejeng Kangin, Tampaksiring, Rabu (30/12/2020), melakukan penanaman sejumlah bibit pohon langka di Wantilan Pura Kahyangan Tiga, Desa Adat Uma Kuta. Kegiatan itu disertai penebaran bibit ikan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar dan Yayasan Temanmu.

Bacaan Lainnya

Kegiatan dihadiri Plt Kepala DLH Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra; Perbekel Desa Pejeng Kangin, I Gede Purnadi Yoga; bersama jajaran, Ketua Yayasan Temanmu, Agung Ngurah, dan komunitas pencinta lingkungan desa setempat.

Perbekel Purnadi Yoga mengatakan, Pemerintah Desa Pejeng Kangin bersama masyarakat berkomitmen kuat mewujudkan lingkungan yang bersih, asri, dan sehat. Bagi warga Pejeng Kangin, lingkungan bersih, asri dan sehat adalah kunci. “Karena Desa Pejeng Kangin dicanangkan sebagai desa wisata, maka kami butuh lingkungan asri dan sehat dengan kapasitas sumber daya manusia mumpuni,” ujarnya.

Baca juga :  Tips Pulang ke Rumah setelah Bepergian di Tengah Pandemi Covid-19

Masih terkait kelestarian lingkungan, sebut Yoga, salah satu kegiatan menopang desa wisata adalah memadukan keindahan alam desa berupa hamparan sawah dengan kegiatan agrokultur pembuatan madu trigona.

“Kami harus jaga lingkungan, karena kami juga siapkan wisata agro berupa madu trigona dari lebah kela-kela yang sudah dikenal. Kami juga padukan dengan potensi tenun sebagai cenderamata, dan tenun ini kami kembangkan dengan pewarna alami dari desa,” ungkapnya.

Dia mengakui pariwisata sedang mati suri karena Covid-19. Namun, serunya, Pejeng Kangin tetap berkomitmen menjaga lingkungan dan segala aspek untuk menjadi desa wisata. “Di saat pariwisata tidur, kita siapkan diri untuk menyongsong pariwisata yang lebih baik dengan perbaikan akses pendukung, terutama lingkungan. Kami juga bangun taman desa,” imbuhnya.

Agung Ngurah menambahkan, dia senang bergerak di Gianyar tahun ini. Sebab, Gianyar selama ini amat serius dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan bidang lingkungan, adalah salah satu program Temanmu, selain bidang ketahanan pangan, kepedulian sosial, pengembangan SDM, dan kesadaran spiritual.

Menurutnya, kesadaran spiritual tidak melulu bagaimana cara sembahyang atau beragama. Namun, harus diimbangi bagaimana merawat dan menjaga alam untuk menghasilkan energi positif. “Maka kami lakukan dengan menanam pohon serta melepas ikan di sungai. Tujuannya untuk menjaga ekosistem air,” ulasnya.

Dalam acara tersebut juga dibentuk Komunitas Temanmu Gianyar yang dipimpin Perbekel Pejeng Kangin. I Wayan Kujus Pawitra sebagai birokrat turut mengajukan diri untuk bisa bergabung dalam yayasan yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan tersebut. “Kita punya visi dan misi yang sama. Maka dari lubuk hati yang paling dalam, saya sangat ingin ikut bergabung dengan Komunitas Temanmu,” pintanya.

Baca juga :  Yakinkan Masyarakat, Presiden Jokowi Tegaskan akan jadi Penerima Pertama Vaksinasi Covid-19

Dia sangat berharap kegiatan menanam pohon dan menebar benih ikan seperti ini juga dapat dilakukan di desa lain. Pesannya adalah tetap menjaga dan merawat yang sudah ada, karena program atau kegiatan seperti ini harus berkelanjutan.

Dia menilai menebar ikan banyak manfaatnya. Selain pelestarian ekosistem lingkungan, juga untuk merangsang masyarakat akan menjaga agar sungai tetap bersih. Selain soal pohon dan ikan, Kujus juga mengapresiasi gerakan Bank Sampah yang berjalan di Desa Pejeng Kangin.

Dia pun berharap Desa Pejeng Kangin mampu membangun tempat pengelolaan sampah berbasis TPS3R, dengan tujuan mengelola dan menangani sampah dari hulu hingga residu ke hilir di TPA. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.