Sekda Gianyar Tinjau Persiapan ‘’Bali Revival 2020’’

  • Whatsapp
Foto: SEKDA GIANYAR SEKDA Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, meninjau persiapan “Bali Revival 2020” di Rooftop Monkey Forest Padang Tegal Ubud, Rabu (12/8). Foto: adi
Foto: SEKDA GIANYAR SEKDA Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, meninjau persiapan “Bali Revival 2020” di Rooftop Monkey Forest Padang Tegal Ubud, Rabu (12/8). Foto: adi

GIANYAR – Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya; bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Gianyar, meninjau persiapan “Bali Revival 2020” di Rooftop Monkey Forest Padang Tegal Ubud, Rabu (12/8). “Bali Revival 2020” akan menggelar acara konser musik selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Agustus dengan mengundang seniman lokal Bali.

Sekda Wisnu Wijaya mengungkapkan, peninjauannya ke lokasi untuk memastikan persiapan hingga puncak acara “Bali Revival 2020” tetap menerapkan protokol kesehatan. Dalam tinjauannya, juga ditampilkan simulasi pada acara puncak, dimana mobil masuk ke area parkir Monkey Forest di sana dilakukan penyemprotan disinfektan. Kemudian mobil diarahkan naik ke area rooftop dimana acara akan dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

Setelah sampai pada area rooftop akan diatur tata cara parkirnya untuk tetap bisa menjaga jarak. Jumlah penontonnya pun dibatasi. Per hari hanya ada 70 mobil dengan jumlah maksimal empat orang dalam mobil.

“Hari ini (kemarin) kita meninjau dan mengevaluasi, apa sudah sesuai dengan protokol kesehatan atau tidak, dan tadi kita lihat sudah memenuhi semua unsur-unsur protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Ditambahkannya, dalam rangka pemulihan ekonomi pemerintah harus berani mengambil sikap dengan memakai momentum “Bali Revival 2020” untuk membuka perekonomian dari sektor pariwisata. ‘’Pada prinsipnya, pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi harus berani mengambil sikap dengan memakai momentum ini untuk membuka perekonomian dari sektor pariwisata. Karena kita tahu sektor pariwisata berkontribusi tinggi terhadap PAD di Gianyar yang mencapai 65 persen,’’ imbuhnya.

Baca juga :  Ratna Sari Dewi : Jangan Berhenti Menanam

Wisnu Wijaya juga berharap dengan adanya “Bali Revival 2020” dapat merangsang wisatawan untuk datang ke-Bali dan merangsang sektor lain untuk bangkit kembali. Dikatakannya pula bahwa, “Bali Revival 2020” ini akan dijadikan sebagai evaluasi atau membuat SOP terkait even selanjutnya yang serupa.

Sebelum puncak kegiatan, Wisnu Wijaya juga mengaku akan meninjau kembali sehari sebelum acara digelar untuk lebih memastikan penerapan protokol kesehatan pada even tersebut.

Acara “Bali Revival 2020” akan dilangsungkan selama tiga hari. Pada hari pertama akan dipersembahkan penampilan dari Manja Band, Dialog Dini Hari dan di Ubud and Band. Hari kedua dimeriahkan seniman lokal Bali seperti Dek Ulik, Jun Bintang, dan Balawan. Pada hari terakhir juga digelar acara musik, yang menampilkan Lolot, The Hidrant dan Navicula. Tiket untuk menonton “Bali Revival 2020” dibandrol seharga Rp400 ribu untuk satu mobil dalam seharinya. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.