Polres Bangli Ringkus Komplotan Penggelapan Mobil

  • Whatsapp
KASAT Reskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim menunjukkan barang bukti perbedaan KTP asli dan KTP palsu serta sisa uang tunai penggelapan mobil, Rabu (7/7/2021). foto: ist

BANGLI – Setelah melakukan proses penyelidikan cukup panjang, jajaran Reskrim Polres Bangli mengungkap kasus penggelapan mobil milik I Putu Bala Putra (36), warga Banjar Undisan Kelod, Desa Undisan, Tembuku, Bangli.

Pelakunya ada tiga orang yang diringkus di seputar Lapangan Astina Gianyar. Tersangkanya yakni Wayan Eka Suadnyana asal Desa Payangan, Tabanan; Ni Luh Putu Ayu Swandewi alias Emi (29) asal Kecamatan Kediri, Tabanan; dan I Nyoman Darmika alias I Made Wijana (50) asal Kecamatan Marga, Tabanan.

Bacaan Lainnya

Kasatreskrim Polres Bangli, AKP Androyuan Elim, Rabu (7/7/2021) memaparkan, penggelapan terjadi berawal dari niat korban menyewakan kendaraan dengan memposting di Facebook. Postingan itu ditanggapi I Wayan Eka Suadnyana, yang hendak menyewa mobil itu pada Rabu (30/6/2021) sekitar pukul 16.00 di Lapangan Astina Gianyar.

Suadnyana mengajak temannya, Nyoman Darmika, bertemu korban untuk mengambil mobil Suzuki Ertiga warna putih tersebut di Lapangan Astina Gianyar dengan mengendarai sepeda motor. Suadnyana membawa uang tunai Rp650 ribu dan KTP yang sudah dipalsukan Ni Luh Putu Ayu Swandewi alias Emi dengan menggunakan nama I Made Wijana.

“Setelah mendapat mobil tersebut, kedua tersangka membawa mobil tersebut ke tempat tinggal Swandewi alias Emi di Desa Keramas, Kecamatan. Blahbatuh, Gianyar,” jelas Androyuan.

Baca juga :  Denpasar Tambah 20 Orang Positif Covid-19, Pemecutan Kelod Terbanyak

Setelah itu mobil tersebut digadaikan ke Komang Laksmini alias Sinta seharga Rp25 juta, dengan alasan pemilik mobil butuh dana. Transaksi dilakukan di minimarket di Jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Yang bertransaksi adalah Emi. Dari kesepakatan harga Rp25 juta, dibayar tunai hanya Rp10 juta, sisanya ditransfer ke rekening Emi.

Dalam penyidikan kasus ini, Adroyuan akan koordinasi dengan Polres Gianyar. Sebab, tersangka maupun lokasi kejadian ada di wilayah Gianyar. Selain itu, juga terdapat kasus pembuatan KTP palsu yang dilakukan Emi, yang mengaku membeli dari seseorang yang tidak dikenal secara online atau daring. “Pelaku mengaku membeli sekeping KTP dengan harga 500 ribu, dibayar secara COD (cash on delivery atau bayar di tempat),” ungkapnya.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Barang bukti yang diamankan yakni KTP palsu, mobil Suzuki Ertiga warna putih, sepeda motor Suzuki Spin warna biru, dan uang tunai Rp1,2 juta sisa kejahatan. “Ketiga tersangka masih diproses lebih lanjut,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.