Pembuatan TPS Disesuaikan Ketersediaan Tempat, Rapid Test Penyelenggara Jamin Keamanan Pilkada

  • Whatsapp
JOHN Darmawan saat memberi materi dalam rapat kerja dan diseminasi riset Pilkada Denpasar 2020 di Sanur, Selasa (27/10/2020). Foto: gus hendra
JOHN Darmawan saat memberi materi dalam rapat kerja dan diseminasi riset Pilkada Denpasar 2020 di Sanur, Selasa (27/10/2020). Foto: gus hendra

DENPASAR – Pembuatan TPS pada Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 “memaksa” jajaran penyelenggara di tingkat PPS memperhatikan lebih banyak hal. Satu di antaranya yakni ukuran luas tempat, karena harus mempertimbangkan dapat diterapkannya protokol kesehatan (prokes) untuk distansi fisik. Persoalan itu mengemuka dalam rapat koordinasi dan diseminasi riset Pilkada 2020 yang diselenggarakan KPU Denpasar, Selasa (27/10/2020).

“Saya minta kepada PPS agar mempersiapkan betul untuk lokasi pembuatan TPS, apakah itu di sekolah, balai banjar, atau lainnya. Yang penting harus memperhatikan luas bidang, prokes dan pengaturan jarak di ruangan,” ucap komisioner KPU Bali, I Gede John Darmawan, sebagai narasumber.

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, John kembali menegaskan bagaimana KPU menjamin keamanan masyarakat yang menggunakan hak pilih di TPS. Selain ada disinfeksi TPS secara berkala, ujarnya, semua penyelenggara di jajaran PPS sampai KPPS wajib menjalani tes cepat (rapid test) Covid-19. Bagi penyelenggara yang tidak mau tes cepat dengan alasan apapun, mereka langsung diganti. Langkah tegas itu sebagai upaya optimal KPU agar tidak lahir klaster Corona di TPS.

“Regulasi pilkada terus berubah untuk menyesuaikan kondisi pandemi ini, misalnya pemilih dibatasi maksimal 500 orang per TPS. Ini juga untuk menjamin keamanan warga yang datang ke TPS,” ungkapnya.

Baca juga :  Duh, Kasus Positif Covid-19 di Bali Kembali Melonjak 139 Orang, Meninggal Bertambah 6, Sembuh 80

Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, sebagai moderator, berkata rapat kerja ini diselenggarakan untuk mengajak dan mendorong informasi terkait tahapan pilkada ke masyarakat. Yang disasar terutama para kepala desa dan lurah, karena mereka yang diharap menjadi tulang punggung sosialisasi pilkada. Mengulang pernyataan John soal tes cepat Covid-19, Arsajaya menegaskan langkah itu sebagai upaya menjaga TPS aman sebagai tempat menyalurkan hak konstitusional pemilih.

Aturan tes cepat, jelasnya, berlaku untuk pilkada di 270 daerah di Indonesia. Dengan demikian tidak ada alasan jika kemudian ada penyelenggara di Denpasar menolak ikut tes cepat. Dia pun mengajak semua elemen mendorong agar Pilkada Denpasar berlangsung sukses, antara lain dalam tahap rekrutmen KPPS. “Kita sama-sama sosialisasikan pilkada ini, sekaligus mengajak masyarakat datang ke TPS pada 9 Desember mendatang,” ajaknya.

Mengantisipasi masih adanya ketakutan publik atas virus Corona, IB Gede Ekaputra selaku Kabid P2P Diskes Denpasar berkata virus tersebut tidak semengerikan seperti dibayangkan masyarakat. Sejauh daya tahan tubuh atau imun orang itu kuat, tidak ada penyakit penyerta (komorbid) berat seperti jantung, diabetes, atau hipertensi, virus itu akan berdampak seperti penyakit flu biasa. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.