Meninggal Akibat Covid-19 Naik Tajam di Bali, GTPP Ajak Masyarakat Lebih Disiplin

  • Whatsapp
SEKDA Dewa Made Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Provinsi Bali. foto: gus alit

DENPASAR – Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia terus naik tajam di Bali, di mana per Minggu (6/9/2020) kemarin, sudah mencapai angka 105 jiwa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengungkapkan, pasien yang meninggal dunia itu, merupakan kelompok rentan dengan rata-rata usia dia atas 50 tahun. Selain itu, kata dia, juga disebabkan adanya penyakit penyerta alias kormobid.

“Ini yang harus kita jaga bersama-sama. Saya sering dan juga beberapa kali mengatakan bahwa tadinya Covid ini menginfeksi orang-orang yang beraktifitas di luar rumah di jalanan. Sehingga relatif yang kena diawal-awal usia muda,” ujar Dewa Indra, seraya mengajak masyarakat Bali lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, di mana saja dan kapan saja.

Baca juga :  14 Kios di Pasar Baturiti Terbakar

Menurut dia, usia muda relatif kuat sehat karena imunnya masih kuat. Namun sekarang, lanjut dia, Covid-19 sudah sampai di rumah, di mana ada kakek, nenek dan orangtua.

“Ketika ini (orangtua-red) kena, dari sisi umur sudah lanjut, imunnya pasti tidak sekuat anak muda. Yang kedua, kelompok ini pasti berisiko karena ada kormobid atau penyakit penyerta. Entah dia jantung, ginjal, diabet, paru dan lain sebagainya. Ini sekarang, Covid-19 sudah masuk ke kelompok itu,” bebernya.

“Kelompok yang rentan ini yang harus kita jaga betul. Jadi kenapa dulu diarahkan supaya diam di rumah, maksudnya agar tidak keluar ambil penyakit dan menularkannya di rumah,” imbuh Dewa Indra yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Provinsi Bali ini.

Baca juga :  Tetapkan PKM Wilayah, Kelurahan Renon Gencarkan Sosialisasi Protokol Kesehatan Berniaga

Sekarang, jelas dia, virus bernama SARS-CoV-2 ini sudah mengenai kelompok rentan tersebut. Kendatipun demikian, fenomena itu bagi pihaknya bukan menjadi alasan sebagai pembenar saja. “Bagi kami tidak cukup. Untuk itu dalam menangani kelompok rentan, kami meminta rumah sakit harus melayani dengan baik,” tandasnya.

Sementara terkait perkembangan kasus Covid-19 di Provinsi Bali per Minggu kemarin, Satuan Tugas Nasional mencatat, positif bertambah 141, sehingga kumulatif menjadi 6.212 orang atau terdiri 6.190 WNI dan 22 WNA.

Sembuh tambah 90, kumulatif 5.017 orang (4.997 WNI dan 20 WNA). Meninggal bertambah 7 orang, total 105 orang (103 WNI dan 2 WNA). Sedangkan terkait kasus aktif atau dalam perawatan, tersisa 1.090 WNI. alt

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.