LVRI dan DHD Angkatan 45 Bali Anugerahkan Piagan Kejuangan Almarhum Bagus Made Wena

  • Whatsapp
AHLI waris Bagus Made Wena saat menerima piagam penghargaan dari LVRI Bali. foto: ist

MANGUPURA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bali I Gusti Bagus Saputera menyerahkan penganugerahan piagam penghargaan kepada Almarhum Bagus Made Wena dan kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) di Badung, Minggu (16/8/2020).

Piagam penghargaan itu diterima putranya yang juga Ketua MPB Dr. Bagus Ngurah Putu Arthana, Sp.A (K) disaksikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Babinminvetcaddam IX/Udayana Kolonel Leonardus Ruddy Handoko, Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan 45 Bali Prof Wayan Windia, Ketua Harian MPB Bagus Ngurah Rai.

Acara itu untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 MPB di mana peringatannya, sangat berhimpitan dengan HUT ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI, berlangsung hikmat sekitar 1,5 jam. Mengenang perjuangan tiga perempat abad para pejuang kemerdekaan di Bali dalam peristiwa heroik di MPB itu, karena persis besoknya Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Pertemuan para pejuang pada 16 Agustus tersebut, dipimpin Made Widja Kusuma (alias Pak Djoko), selaku Ketua Pemuda Republik Indonesia (PRI). Kemudian, Pak Djoko dikenal sebagai Wakil Komandan Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia (DPRI) Sunda Kecil. Komandannya adalah Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai.

Ketua DPD LVRI Gusti Bagus Saputera mengingatkan bangsa Indonesia meneruskan perjuangan dalam mensejahterakan rakyat dan perdamaian dunia. Hal itu merupakan cita-cita bangsa Indonesia sehingga mengorbankan jiwa dan harta benda agar terlepas dari para penjajah. Namun masih saja tidak semua insan memahami hal itu dengan baik, mengingat masih ada masyarakat masih miskin dan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Baca juga :  Wayan Baru Bagikan 1,7 Ton Beras di Nusa Penida

Bangsa Indonesia kini mengalami tantangan yang begitu besar, selain radikalisme dan terorisme ditambah lagi dengan dampak pandemi Covid-19 sehingga pertumbuhan ekonomi terus menurun. Kesenjangan sosial masih ditemui, maka perlu sikap optimis sebagai pejuang bangsa sehingga terhormat di Kawasan Asia Tenggara dan dunia sehingga tidak selalu tergantung terhadap bangsa lain. “Saat ini banyak rakyat tidak punya uang,” ujarnya.

Untuk itu, semua rakyat harus mengikuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 untuk mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi.

AHLI waris Bagus Made Wena saat menerima piagam penghargaan dari LVRI Bali. foto: ist

Sementara itu, Ketua DHD Angkatan 45 Bali Prof Windia menambahkan, generasi muda tidak boleh melupakan sejarah bangsa. Khawatir negara akan menjadi rusak apabila anak bangsa kehilangan sejarah dan tidak memahami arti perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa.

Pemilik kawasan Bangsal adalah Bagus Made Wena yang merupakan seorang saudagar yang kaya raya pada zaman itu. Kala itu, rakyat Bali umumnya sangat miskin. Namun Bagus Wena justru sudah memiliki rumah loteng (rumah bertingkat). Itu menujukkan bahwa bisnisnya (kopra dan beras) berjalan sukses.

Baca juga :  Akses Masuk Desa Tegallinggah Dibatasi dan Wajib Lakukan Ini

Orang yang sukses, umumnya takut memihak para pejuang. Karena resikonya, adalah dihukum mati, atau siksaan yang maha berat, dan seluruh rumah pasti dibumi hanguskan. Namun Bagus Made Wena sama sekali tidak gentar. Bagus Made Wena pertaruhkan semua kekayaannya dan bahkan jiwanya untuk Indonesia merdeka.

Djoko mengenang kawasan Bangsal yang kini dikenal sebagai kawasan Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) sebagai embrio perjuangan kemerdekaan di Bali.
“Perjuangan kemerdekaan di Bali, di mulai dari Bangsal,” katanya.

Pertemuan para pejuang di kawasan MPB telah dimulai tatkala penjajah Jepang mulai mendarat di Sanur (Bali), pada tanggal 19 Februari 1942. Kekejaman Jepang terhadap penduduk dan juga keserakahannya, adalah pemicu bangkitnya semangat kebangsaan para pejuang di Bali.

Made Widja Kusuma mengambil inisiatif untuk mempertemukan para pejuang di tempat yang dirasa paling aman, yakni di Bangsal. Perjuangan yang begitu besar tidak membuat Bagus Made Wena bertepuk dada, namun tetap rendah hati. Untuk itu, penghargaan ini memang layak diberikan kepada Bagus Made Wena.

Ketua Umum MPB Bagus Ngurah Putu Arhana mengucapkan terima kasih atas pengehargaan yang diberikan LVRI Bali yang diusulkan oleh DHD Angkatan 45 Bali. Ia menjelaskan acara tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan undangan juga terbatas. Untuk itu, dokter Arhana meminta maaf kepada semua stakeholders MPB, kalau terpaksa harus tidak diundang dalam upacara tersebut.

Baca juga :  Cuti Temani Istri Operasi Kista, Jaksa malah Positif Covid-19 di Bali

Wabup Badung Suiasa yang mewakili Bupati Giri Prasta mengaku baru mengetahui lebih detail cikal bakal perjuangan Kemerdekaan RI di Bali. Ia mengatakan, sudah sepatutnya perjuangan Bagus Made Wena (Alm) diberi apresiasi dan penghargaan atas perjuanganannya dalam merebut Kemerdekaan dari penjajahan.

Demikian pula Puri Bangsal sebagai embrio perjuangan pergerakan rakyat Bali ketika menyusun setrategi dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.
Apa yang menjadi cita-cita dari pada para pejuang dalam mengisi kemerdekaan yaitu untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia, pihaknya terus berupaya mewujudkannya. Dimana beberapa di antaranya seperti pendidikan, kesehatan dan lainnya di Badung sudah gratis.

Begitu juga tingkat kemiskinan rakyat Badung khususnya sudah menurun yang saat ini hanya 1,7 persen, bahkan akan diturunkan lagi menjadi 0,8 persen. Karena dampak Covid-19, cita-cita tersebut belum mampu diwujudkan sepenuhnya karena harus melakukan pemulihan ekonomi secara keseluruhan.

Selasai penyerahan piagam penghargaan dilakukan pula pemotongan tumpeng sebagai peringatan HUT MPB ke 75 serta dilanjutkan dengan acara ramah tamah serta mengunjungi Pameran Buku dan Literasi.

Pameran tersebut mengusung tema “Membangun Budaya Membaca untuk Indonesia Cerdas dan Indonesia Maju” yang diselenggarakan Duta Bahasa Bali menggandeng Atnews, yang didukung Monumen Perjuangan Bangsal, Balai Bahasa Bali dan DHD Angkatan 45 Bali. 021

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.