Update Covid-19 di Bali: Sembuh 46, Positif 41, Meninggal Bertambah 1 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian kasus Covid-19 di Bali, Minggu (16/8/2020) mencatat pertambahan kasus positif baru sebanyak 41 orang melalui Transmisi Lokal. Sementara, pasien sembuh sebanyak 46 orang dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia yang merupakan warga dari Kabupaten Buleleng.

”Kembali ada kabar duka, satu pasien covid-19 meninggal dunia. Dengan demikian, total kematian akibat covid-19 di Bali berjumlah 50 orang (1,23%) dengan rincian 48 WNI dan 2 WNA,” ujar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Minggu (1/8/2020).

Tambahan kasus positif terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali kecuali Jembrana, dengan rincian Denpasar 7 orang, Tabanan 6 orang, Gianyar 6 orang, Bangli 6 orang, Buleleng 5 orang, Klungkung 4 orang, Karangasem 4 orang dan Badung 3 orang. Dengan demikian, secara kumulatif kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 4.065 orang.

Baca juga :  Pasien Sembuh Bertambah 252 Orang, 8 Wilayah Nihil Kasus Positif Covid-19

Sementara 46 pasien sembuh tersebar di seluruh kabupaten/kota, dengan rincian Gianyar terbanyak 10 orang, disusul Denpasar 8 orang, Bangli 8 orang, Jembrana 7 orang, Badung 4 orang, Tabanan 3 orang, Buleleng 3 orang, Klungkung 2 orang dan Karangasem 1 orang.

”Total pasien yang sudah sembuh sebanyak 3.578 orang dari jumlah kumulatif atau 88,02%,” ujar Rentin seraya menambahkan, berdasarkan data, kini tercatat 437 pasien (10,75%) masih menjalani perawatan yang tersebar di 17 RS rujukan, maupun yang dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering.

Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 terus mengalami peningkatan, perlu diketahui sebanyak 90,02% dari kasus WNI Terkonfirmasi adalah melalui Transmisi Lokal. Karena itu, Rentin terus mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Baca juga :  LIB: Prosedur "New Normal" untuk Liga Tergantung Keputusan PSSI

”Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19. Untuk itu, marilah kita laksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.