Jelang Nataru, Pemkab Tabanan Dukung Percepatan Vaksinasi

  • Whatsapp
VAKSINASI massal Covid-19 oleh Kominda Provinsi Bali, di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Selasa (14/12/2021). Foto: ist

TABANAN – Pemkab Tabanan mendukung percepatan pencapaian vaksinasi terhadap masyarakat Tabanan, khusus untuk pelajar, masyarakat umum, dan disabilitas.

“Vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun pun bisa segera dilaksanakan,” ungkap Sekda Tabanan I Gede Susila, saat kegiatan vaksinasi massal Covid-19 oleh Kominda Provinsi Bali di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Selasa (14/12/2021).

Bacaan Lainnya

Kegiatan vaksinasi lanjutan tersebut merupakan program yang diinisiasi Kominda, dan dilakukan secara serentak di Indonesia. Dihadiri Kepala BIN Provinsi Bali, Kadis Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Susila, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, dan Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Ferry Adianto.

Dikatakan, tujuan utama dari kegiatan vaksinasi ini adalah untuk membantu peningkatan capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan. Capaian vaksinasi per 13 Desember 2021 tercatat 95,23 persen untuk vaksin dosis pertama, dan 88,46 persen untuk vaksin dosis kedua, serta 95,37 persen untuk vaksin booster khusus nakes.

Kepala BIN Provinsi Bali, Brigjen Pol. Hadi Purnomo, menyebut program vaksinasi massal telah ditentukan untuk berjalan serentak di 34 provinsi. Bali mendapatkan target dosis vaksin 13.600 dosis. Tabanan adalah kabupaten penutup, sehingga program selanjutnya yang dilaksanakan adalah vaksin untuk anak usia 6-11 tahun.

Baca juga :  Pilkada Tak Berarti Jika Corona Gagal Diatasi

“Jumlah vaksin yang disiapkan untuk hari ini sebanyak 1.250, terdiri dari 1.000 dosis vaksin Sinovac dan 250 vaksin Astrazeneca. Ini adalah tugas dari Presiden, untuk mempercepat proses vaksinasi menjelang Nataru (Natal dan tahun baru),” ungkapnya.

Bali ditarget 13.600 vaksin, dan hampir memenuhi target. “Semoga tidak ada kenaikan kasus saat libur Nataru. Oleh sebab itu, prokes ketat 5M harus terus diperkuat,” tegas Hadi Purnomo.

Begitu juga Sekda Susila, mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap vaksinasi sebagai unsur pengganti implementasi protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan vaksinasi tetap harus diiringi disiplin penerapan 5M dan melanjutkan budaya 3T.

“Dengan angka pencapaian vaksinasi yang tercatat, masih ada selisih angka yang terus dicari dan maksimalkan. Dengan bantuan BIN, TNI, dan Polri, memastikan masyarakat semua bisa mendapat vaksin yang pertama maupun yang kedua. Ini merupakan kerja sama penting,” pungkasnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.