Genjot PAD, DPMPTSP Buleleng Kejar Retribusi Menara Telekomunikasi

  • Whatsapp
PENGECEKAN dan pengawasan keberadaan menara telekomunikasi yang ada di Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi menara telekomunikasi, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng mulai mengejar retribusi keberadaan dari beberapa menara telekomunikasi yang ada di wilayah Buleleng.

Kepala DPMPTSP Buleleng, Made Kuta, mengatakan, pengawasan pendirian menara telekomunikasi di Buleleng terus ditingkatkan. Ini dilakukan, agar seluruh menara telekomunikasi yang berdiri di Buleleng memiliki Surat Ketetapan Retribusi Daerah (SKRD).

Bacaan Lainnya

‘’Tim dari kami (DPMPTSP Buleleng) bersama Dinas Kominfosanti sudah melakukan pengawasan terhadap keberadaan 210 menara telekomunikasi yang ada di wilayah Buleleng,’’ kata Kuta, Jumat (22/10/2021).

Dari total sebanyak 210 menara telekomunikasi itu, terdiri dari 82 menara milik PT Protelindo, 14 menara milik PT Bali Towerindo, 10 menara milik PT Inti Bangun Sejahtera, 47 menara milik PT Mitratell, 8 menara milik PT Performa, 39 menara milik PT Tower Bersama Group, dan 10 menara milik stasiun radio.

Melalui pengawasan terhadap 210 menara, DPMPTSP Buleleng telah memperoleh retribusi sebesar Rp500 juta lebih. Meski demikian diakui Kuta, masih terdapat sebanyak 50 menara telekomunikasi di Buleleng yang belum diketahui pemiliknya secara pasti.

Baca juga :  Alami Depresi, Warga Argentina Nekat Lari ke Dalam Hutan dan Ditemukan Tak Bernyawa

Dengan masih adanya puluhan menara belum diketahui siapa pemiliknya, Kuta mengaku, telah melakukan koordinasi dengan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) termasuk Asosiasi Pengembang Infrastruktur Menara Telekomunikasi (Aspimtel) untuk dapat mengidentifikasi pemilik menara tersebut.

‘’Apabila setelah dikoordinasikan masih tidak diketahui juga, maka kami akan melaporkan kepada tim yustisi, agar nantinya tim yustisi menyegel menara-menara yang belum ada identitasnya tersebu,’’ pungkas Kuta. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.