Inovasi Flood Dash SMPN 3 Denpasar Raih Medali Emas JISF 2026, Permainan Kartu Interaktif sebagai Media Edukasi Mitigasi Banjir

TIM Drainova SMPN 3 Denpasar meraih medali emas di ajang Jakarta International Science Fair (JISF) Tahun 2026 yang diselenggarakan I3L University, Jakarta pada 24-27 April 2026. Foto: ist
TIM Drainova SMPN 3 Denpasar meraih medali emas di ajang Jakarta International Science Fair (JISF) Tahun 2026 yang diselenggarakan I3L University, Jakarta pada 24-27 April 2026. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Siswa-siswi SMPN 3 Denpasar kembali menorehkan prestasi  di bidang penelitian. Kali ini, siswa-siswi SMPN 3 Denpasar berhasil meraih medali emas pada Jakarta International Science Fair (JISF) Tahun 2026 yang diselenggarakan I3L University, Jakarta pada 24-27 April 2026.

Dalam kompetisi bergengsi ini, Tim Drainova SMPN 3 Denpasar berkompetisi dalam kategori bidang penelitian social science. Tim yang diperkuat Tjokorda Agung Bagus Iswara Pratama selaku Ketua Tim, dengan anggota; Ketut Wina Adilla Putri, Kirana Indira Suwastika, Komang Ayu Tan Kanya Paramitha, Kenzie Ararya Putra, dan Gede Karang Saura Adinara, mengangkat judul penelitian “Flood Dash: Permainan Kartu Interaktif sebagai Media Edukasi Mitigasi Banjir untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Penyebab, Dampak, dan Solusi Banjir di Kota Denpasar”.

Bacaan Lainnya

Tjokorda Agung Bagus Iswara Pratama mengutarakan, bencana alam tidak hanya disebabkan oleh aktivitas alam seperti gempa bumi, gunung berapi, dan tsunami, tetapi juga dapat dipicu oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan, salah satunya adalah banjir. Peristiwa banjir besar yang terjadi pada tanggal 8–9 September 2025 di Kota Denpasar, Bali menunjukkan dampak yang signifikan dengan intensitas curah hujan mencapai 245,5 mm/hari dan debit sungai 85,85 m³/detik.

Data BPBD (2025) mencatat 17 korban jiwa dan 149 warga mengungsi. Selain faktor alam, produksi sampah yang tinggi di Kota Denpasar sebesar 366.806,75 ton pada tahun 2024 dan konversi lahan di daerah Sarbagita juga meningkatkan resiko banjir. Kondisi ini menunjukkan bahwa rendahnya pemahaman masyarakat tentang penyebab, dampak, dan solusi banjir masih menjadi tantangan.

Pendidikan bencana di sekolah masih konvensional sehingga siswa cenderung menghafal tanpa memahami secara kritis hubungan sebab-akibat. Oleh karena itu, dibutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan pemahaman siswa dan menganalisis tingkat ketertarikan siswa terhadap masalah banjir melalui penggunaan permainan kartu interaktif (Flood Dash) pada siswa kelas V di SD Saraswati 1 Denpasar.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) Flood Dash meningkatkan pemahaman siswa, tampak bahwa hasil pretest yang masih terdapat kategori Buruk, kemudian pada posttest meningkat hingga didominasi kategori Sangat Baik dan tidak ada lagi kategori Buruk. (2) Sebanyak 93% siswa sangat setuju dan 7% setuju terhadap efektivitas permainan, tanpa ada yang netral atau tidak setuju, menunjukkan bahwa permainan ini menarik, menyenangkan, dan efektif sebagai media pembelajaran.

Kepala SMPN 3 Denpasar, Ni Nengah Sujani, sangat mengapresiasi prestasi medali emas yang diraih anak didiknya di ajang Jakarta International Science Fair (JISF) Tahun 2026. Sebelumnya, siswa-siswi SMPN 3 Denpasar juga meraih medali emas dan perak di ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026.

Ia mengatakan, kegiatan penelitian dan program pengembangan riset sudah menjadi trademark SMPN 3 Denpasar. Ia mengungkapkan bahwa anak-anak SMPN 3 Denpasar memiliki kegigihan dan pantang menyerah dalam penelitian. Terlebih didukung pembimbing, Putu Sri Utami Dewi, yang sangat intens mendampingi siswa.

‘’Prestasi ini tidak hanya membanggakan SMPN 3 Denpasar, tetapi juga membawa nama Kota Denpasar ke panggung nasional. Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan penuh,’’ ucapnya.

Terpisah, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, mengatakan bahwa prestasi yang diraih siswa-siswi SMPN 3 Denpasar sangat membanggakan. Dan itu perlu dukungan dari berbagai pihak. “Harapan kami muncul talenta-talenta baru seperti ini. Dan itu pastinya bisa,” harap Agung Wiratama.

Ia mengingatkan agar semua tidak cepat puas. Harus tetap semangat dan terus berusaha untuk mencapai prestasi lagi setinggi-tingginya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses