Dukun Cabul Setubuhi Siswi SMA, Korban Diperdaya dan Diancam

  • Whatsapp
RESIDIVIS kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Galuh saat dirilis di Polres Karangasem, Rabu (7/7/2021). foto: ist

KARANGASEM – Seorang residivis persetubuhan terhadap anak di bawah umur, Galuh, diringkus dan ditahan di Polres Karangasem. Pria berusia 33 tahun yang mengaku dukun itu berhasil memperdaya L (16), pelajar salah satu SMA di Karangasem, yang dicabuli dengan modus berjanji dapat disembuhkan penyakitnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tersangka Galuh sempat membersihkan korban secara spiritual (melukat). Namun, tak jelas bagaimana ceritanya tersangka bisa kenal dengan korban, dan apa sesungguhnya keluhan penyakit korban. Yang jelas, usai melukat itu tersangka minta bersetubuh dengan korban. Alasannya agar mudah mendeteksi dan menyembuhkan penyakit di tubuh korban. Tak cukup sekali dua kali, persetubuhan itu ternyata dilakukan puluhan kali.

Bacaan Lainnya

Kapolres Karangasem, AKBP Ni Nyoman Suartini, saat menunjukkan tersangka dalam rilis di Polres Karangasem, Rabu (7/7/2021) mengatakan, tersangka menyetubuhi korban di banyak tempat. Selain di hotel, juga pernah di rumah kosong, atau di rumah korban saat keluarga korban sedang tidak di rumah.

“Tersangka sampai bisa memperdaya korban puluhan kali. Selain mengiming-imingi dapat menyembuhkan penyakit, tersangka juga mengancam akan mencelakai keluarga korban, bahkan mengancam akan membom rumah korban jika korban tidak mau melayani atau menceritakan kasus itu kepada orang lain,” terang Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Aris Setyanto.

Baca juga :  Dukung Pengembangan Investasi, Menteri Suharso: Ketersediaan Energi di NTB Menjadi Penting

Pada akhirnya, kata Kapolres, korban memilih berterus-terang kepada orangtuanya, karena merasa sudah berulang kali berbuat dosa. Begitu mendengar pengakuan anaknya disetubuhi dukun cabul itu, orangtua korban naik pitam dan mempolisikan pria kelahiran Bangli yang tinggal di Karangasem itu.

Kapolres menambahkan, tersangka Galuh merupakan residivis kasus persetubuhan anak di bawah umur. “Dia baru saja ke luar penjara sebelum melakukan aksi bejatnya di Karangasem. Sebelumnya tersangka sempat dihukum empat tahun penjara, di Bangli, karena kasus persetubuhan anak di bawah umur. Kepada penyidik, tersangka menyerah dan mengakui perbuatannya,” tandas Kapolres. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.