Antisipasi Kebutuhan Pangan, Petani Bangli Lestarikan Padi Gogo

  • Whatsapp
Foto: padi gogo PADI gogo yang masih dilestarikan oleh patani di Bangli, terutama di wilayah Kecamatan Susut dan Kecamatan Kintamani. Foto: gia
Foto: padi gogo PADI gogo yang masih dilestarikan oleh patani di Bangli, terutama di wilayah Kecamatan Susut dan Kecamatan Kintamani. Foto: gia

BANGLI – Petani di Kabupaten Bangli, khususnya yang berada di dataran tinggi, masih tetap melestarikan padi gogo (padi gaga). Umumnya petani terutama di wilayah Kecamatan Susut dan Kecamatan Kintamani melakukan penanaman padi dengan sistem tumpang sari.

Pantauan di wilayah Kecamatan Susut, seperti di wilayah Banjar Buungan, Desa Tiga, Kecamatan Susut, petani masih tetap melestarikan padi gogo ini. Kini, tanaman padi gogo yang ditanam di sela-sela tanaman jeruk di tengah memasuki musim panen. “Padi gogo di sini tumbuh dengan baik,” ucap Made Narka, salah seorang petani di bilangan Banjar Buungan, Rabu (14/10/2020).

Bacaan Lainnya

Dia menuturkan, menanam padi gogo tidak sama dengan menanam padi di lahan sawah. Benih padi gogo langsung disebar di lahan, sementara kalau menanam padi di lahan sawah basah setelah disemai. Proses penanaman padi gogo sedikit sulit karena banyak menemui tantangan. “Kalau kita teledor, benih bisa habis dimakan ayam atau burung pipit,” akunya.

Selain di wilayah Kecamatan Susut, hal yang sama juga disampaikan salah seorang petani di Desa Bayung Gede Wayan Suena. Dia menyebut padi gogo banyak dikembangkan petani di wilayah Kintamani. Petani di wilayah ini juga menanam padi gogo dengan menggunakan sistem tumpangsari. Biasanya mereka melakukan penanaman padi gogo ini menjelang musim hujan. “Proses penyemaian benih di lahan kami lakukan menjelang musim hujan, sebab kalau terlalu kering benih tidak bisa tumbuh dengan baik,” ucapnya

Baca juga :  Bersabar dan Peduli saat Hadapi Covid-19

Menurutnya, kalau menanam padi gogo hasilnya cukup bagus, karena lahan di wilayahnya tergolong masih cukup subur. Meski ditanam di sela-sela tanaman jeruk tanaman, imbuhnya, padi gogo masih bisa menghasilkan. “Hasilnya lumayan untuk membantu kebutuhan beras di rumah tangga,” pungkasnya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.