Anggaran Minim, Pengembangan Desa Wisata Dilakukan Bertahap

  • Whatsapp
PENGEMBANGAN desa wisata di Bangli dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah. Tampak keindahan air terjun Tukad Cepung di Dusun Penida Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Bangli. Foto: ist

BANGLI – Kabupaten Bangli kini memiliki 31 desa wisata yang tersebar di empat kecamatan yang ada. Saat ini Pemkab Bangi tengah fokus mengembangkan desa wisata yang ada, sejalan dengan kembali dibukanya sektor pariwisata di tengah rajaman pandemi Covid-19.

Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, Kamis (21/10/2021) berujar Pemkab berkomitmen membangkitkan desa wisata yang ada. Dari 31 desa wisata, ada yang telah berkembang dan ada pula yang belum tergarap sama sekali. “Di pemerintahan kami, kami sangat komitmen mengembangkan desa wisata yang selama ini belum berkembang,” tegas Diar.

Bacaan Lainnya

Namun, karena banyaknya desa wisata di Bangli, dia berkata tentu penggarapannya tidak serta merta bisa dilakukan bersamaan, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki daerah. “Kami akan melakukan pengembangan secara bertahap. Untuk tahap awal kami akan gunakan lima desa dulu sebagai pilot project (proyek percontohan),” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pemerintah akan hadir untuk pembangunan infrastruktur menuju desa wisata, seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. Itu yang sedang direncanakan agar SK desa wisata yang sudah ada tidak menjadi sekadar SK kosong; hanya berupa lembaran kertas tanpa ada implementasi. “Kami tidak ingin desa wisata hanya tercatat nama saja, tanpa adanya sentuhan,” bebernya.

Baca juga :  Per 23 Desember 2020, 16.210 Orang Masuk Bali Lewat Pelabuhan Gilimanuk

Tindak lanjut dari komitmen tadi, dia menyebut saat ini masih mentabulasi data desa wisata mana saja yang akan dikembangkan lebih dahulu. Tentu dengan melihat juga dari potensinya. “Saya lihat sejumlah desa wisata kini sudah mulai berkembang seperti Tukad Cepung di Desa Tembuku, dan desa Apuan dengan potensi Air Terjun Tibumana,” tambahnya.

Disinggung tindak lanjut rencana Pemkab Bangli saat periode Bupati I Made Gianyar, yang akan mengambil alih retribusi ke daerah, Diar menilai perlu pembicaraan lanjutan di antara semua pihak.

Meski demikian, menurut dia, walaupun tidak ditarik oleh daerah, masyarakat Bangli akan tetap diuntungkan jika Tukad Cepung bisa berkembang. “Kalau nanti ada akomodasi wisata di sekitar sana, itu yang akan dibidik lewat pajaknya untuk meningkatkan PAD Bangli,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.