249 Pemilih di Denpasar Kembalikan Surat Suara, Pleno Tanpa Protes, Jaya Wibawa Menanti Dilantik

  • Whatsapp
KETUA KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, memberi salinan rekapitulasi suara Pilkada Denpasar kepada Suteja Kumara selaku Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa, Rabu (16/12/2020). Foto: hen
KETUA KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, memberi salinan rekapitulasi suara Pilkada Denpasar kepada Suteja Kumara selaku Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa, Rabu (16/12/2020). Foto: hen

DENPASAR – Rapat pleno tingkat kabupaten/kota oleh KPU Denpasar, Rabu (16/12/2020) menghadirkan data unik. Tercatat ada 249 pemilih yang masuk kategori mengembalikan surat suara karena rusak atau keliru dicoblos. Penetapan pleno juga berlangsung landai, cenderung dingin, karena dari paslon Amerta sama sekali tidak protes atau keberatan dengan rekapitulasi KPU.

“Apakah (hasil rekapitulasi suara) ini bisa diterima? Apakah ada tanggapan?” ujar Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, sebagai pemimpin rapat pleno didampingi empat komisioner yang lain. Menjawab pertanyaan itu, baik saksi dari paslon Jaya Wibawa dan Amerta serta Bawaslu Denpasar, kompak menyatakan bisa menerima. Jaya Wibawa memperoleh 184.655 suara berbanding 42.730 untuk paslon Amerta. “Baik, berarti hasil ini bisa ditetapkan,” sahut Arsajaya ketika jam menunjukkan pukul 15.20 sembari mengetuk palu di meja sebanyak tiga kali.

Bacaan Lainnya

Sebelum menutup rapat, Arsajaya berujar pilkada yang dilangsungkan di tengah pandemi Covid-19 memberi warna tersendiri bagi KPU. Di tengah adanya keraguan sejumlah pihak, dia bersyukur pilkada dapat berlangsung aman dan damai. Karena itu dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, terlebih sejauh ini tidak ditemukan ada klaster baru Covid-19.

Baca juga :  UNBK SMK Ditunda, Siswa Akhirnya Dirumahkan

“Kami mengapresiasi para stakeholder, pengawas pemilu, peserta dan semua pihak yang berkontribusi. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan terkait penyelenggaraan, dan semoga tidak ada proses hukum untuk menetapkan paslon terpilih,” cetusnya.

Soal adanya pemilih mengembalikan surat suara, dia menyebut bisa saja terjadi keliru mencoblos di bilik suara. “Awalnya dia mau pilih paslon A, tapi ternyata mencoblos paslon B, itu bisa minta ganti surat suara. Atau bisa juga karena surat suara rusak, lalu minta ganti,” terangnya.

Putu Tapa sebagai perwakilan paslon Amerta berkata tidak ada hal yang perlu dipersoalkan lagi. Amerta menerima hasil rekapitulasi suara itu tanpa keberatan. “Sudah selesai, jauh juga (bedanya), buat apa lagi dipersoalkan,” cetusnya kalem saat dimintai komentar.

Suteja Kumara selaku Ketua Tim Pemenangan Jaya Wibawa juga tidak banyak komentar atas penetapan hasil rekapitulasi suara tersebut. “Kita bersyukur pilkada berlangsung damai,” sebutnya singkat.

Ketua Bawaslu Denpasar, Putu Arnata, yang ditemui mengatakan, kualitas Pilkada Denpasar 2020 lebih baik dibandingkan hajatan sama lima tahun sebelumnya. Satu indikator yang dipakai adalah tidak adanya pemungutan suara ulang, juga tidak ada protes dari saksi paslon saat proses rekapitulasi di kecamatan. Hal itu juga tidak lepas dari kerja keras pengawasan dari Bawaslu sampai jajaran terbawah, baik terkait administrasi maupun penerapan protokol kesehatan.

Baca juga :  Bali Tambah 2 Pasien Covid-19 Meninggal, Sembuh 41, Positif 63 Orang

“Pleno sudah berjalan sesuai aturan, dan penyelenggara bekerja baik karena tidak ada protes juga di TPS sampai di sini. Untuk Bawaslu, kami juga mendapat banyak ruang bimtek untuk pengawasan, sehingga pengawasan berjalan maksimal,” ulasnya.

Karena tidak ada protes atau keberatan dari kubu Amerta, dapat disimpulkan hanya masalah waktu saja IGN Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar periode 2021-2024. Terkait kesimpulan itu, Jaya Negara memilih merendah. Dia bilang harapannya adalah berjalan dengan baik, akhirnya juga baik dalam bentuk kemenangan.

“Kalau memang tidak ada keberatan, tinggal menunggu jadwal KPU saja. Semoga bisa lancar, karena fokus kami selanjutnya adalah fokus menangani Covid-19. Yang lalu biarlah berlalu, tugas kita semua bersatu padu melawan Covid,” cetus politisi PDIP dengan penampilan kalem tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.