Partisipasi Meningkat, Bangli Belum Penuhi Target

  • Whatsapp
RAPAT pleno perolehan suara Pilkada Bangli hasil rekapitulasi di kantor KPU, Rabu (16/12/2020). Foto: gia
RAPAT pleno perolehan suara Pilkada Bangli hasil rekapitulasi di kantor KPU, Rabu (16/12/2020). Foto: gia

BANGLI – KPU Bangli melaksanakan rapat pleno perolehan suara Pilkada Bangli hasil rekapitulasi di kantor KPU, Rabu (16/12/2020). Hadir pengampu kepentingan kepemiluan, polisi, TNI, Pengadilan Negeri Bangli, Kejaksaan Negeri Bangli, Sekda, Bawaslu Bangli, saksi kedua paslon, dan tim pemenangan paslon. Salah satu data yang muncul adalah tingkat partisipasi masyarakat di Bangli meningkat menjadi 80 persen, tapi tetap belum memenuhi target 85 persen yang dicanangkan KPU Bali.

Untuk hasil akhir rekapitulasi, perolehan suara untuk paket Sang Nyoman Sedana Arta- Wayan Diar (Sadia) sebanyak 88.422 suara (57,83 persen). Sementara rivalnya, paket  I Made Subrata-Ngakan Made Kutha Parwata (Bagus), mendulang 64.480 suara (42,17 persen).

Bacaan Lainnya

Ketua KPU Bangli, I Putu Gede Pertama Pujawan, mengatakan, institusinya menetapkan hasil rekapitulasi suara di tingkat Kabupaten, dan dalam prosesnya seluruh saksi paslon dapat menerima hasil keputusan rekapitulasi. Hanya, KPU tetap akan tetap melakukan koreksi jika ada kekeliruan yang ada di kecamatan. Saat Pilkada Bangli 2020, dia mendaku partisipasi pemilih di Bangli mencapai 83 persen. “Ini mengalami  kenaikan dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya yang hanya mencapai 73 persen partisipasi pemilih,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, proses rekapitulasi suara dibacakan langsung dan transparan oleh masing-masing PPK di kecamatan. Memang, jelasnya, ada beberapa koreksi yang dilakukan berkaitan dengan pencatatan secara administrasi data. Misalnya nama pemilih pindahan atau pemilih yang memakai KTP. Proses ini dilakukan secara terbuka agar para undangan dapat melihat langsung proses penetapan dijalankan secara tranparan.

Baca juga :  Walikota Rai Mantra Terima Hasil Pekerjaan Fisik TMMD ke-109

“Sebelum kami tetapkan, kami beri kesempatan saksi dan Bawaslu untuk koleksi. Setelah disetujui, kami kembali memberi kesempatan saksi dan Bawaslu mencermati hasil form model D sebelum ditandatangani untuk ditetapkan,” cetus mantan jurnalis tersebut.

Dengan ditetapkannya ini, dia mendaku akan menunggu ada atau tidaknya gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK). Bila tidak ada  berdasarkan catatan register MK, lima hari setelah MK mengeluarkan buku itu baru dapat menetapkan pemenang pilkada.

Karena partisipasi pemilih belum mencapai target 85 persen, Pujawan berkata akan melakukan penelitian terhadap masyarakat yang tidak hadir saat pencoblosan. Apakah tidak datang karena malas saja atau mungkin ada faktor lain, hujan misalnya. Termasuk untuk melacak penyebab banyaknya suara tidak sah yang mencapai 4.525 suara. “Ini akan kami riset juga untuk mengetahui penyebab masyarakat memilih golput, atau ada yang memilih kedua-duanya,” pungkasnya. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.