Wisatawan Lokal Padati DTW Tanah Lot

  • Whatsapp
BEBERAPA wisatawan lokal memanfaatkan libur Idul Fitri 2021 dengan berkunjung ke destinasi atau daya tarik wisata. Salah satunya ke DTW Tanah Lot. Foto: gap
BEBERAPA wisatawan lokal memanfaatkan libur Idul Fitri 2021 dengan berkunjung ke destinasi atau daya tarik wisata. Salah satunya ke DTW Tanah Lot. Foto: gap

TABANAN – Beberapa wisatawan lokal memanfaatkan libur Idul Fitri 2021 dengan berkunjung ke destinasi atau daya tarik wisata. Salah satunya ke DTW Tanah Lot.

Pada saat liburan tersebut, terlihat banyak kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat berpelat Bali yang masuk ke area parkir kendaraan. Larangan mudik bisa jadi salah satu alasan banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke tempat wisata tersebut, dengan skala PPKM mikro, serta dengan penerapan protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

Menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana,  libur Idul Fitri tahun ini mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot. Tercatat per hari Kamis, 13 Mei 2021 atau pada hari pertama lebaran, tercatat 1.248 orang. Sehari berikutnya sebanyak 1.353 wisatawan yang berkunjung, dan masih didominasi wisatawan lokal.

“Sejak pagi kendaraan roda dua sudah mulai berdatangan. Menjelang siang, kendaraan roda empat berpelat Bali juga mulai terlihat memasuki kawasan. Mudah-mudahan berikutnya bisa semakin ramai kunjungan,” tuturnya.

Dikatakan, wisatawan yang datang memang masih didominasi wisatawan lokal yang menggunakan kendaraan pribadi. Seiring upaya meningkatkan kunjungan, penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 pun tetap diketatkan di DTW Tanah Lot.

Baca juga :  Rakyat Klungkung Kompak Terima Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali

Selain itu, lanjut Sudiana, masing-masing wisatawan yang berkunjung ke pun sudah siap dengan perlengkapan prokes sendiri. “Kami tetap optimis, kunjungan wisatawan akan meningkat, seiring dengan gencarnya program free covid corridor, serta dibukanya kawasan zona hijau yang dibarengi dengan pelaksanaan vaksinasi pekerja pariwisata,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa semua itu tentu harus diimbangi dengan pelaksanaan prokes yang ketat. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.