Wifi Sekolah Lemot, Siswa SMP Satap Pejukutan Belajar di Pinggir Kantor Desa

  • Whatsapp
BUPATI Suwirta memberi semangat siswa kelas VII B, SMPN 1 Atap Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, belajar ekstra kulikuler Seni dan Budaya di halaman Kantor Desa Pejukutan, Minggu (18/10/2020). Foto: ist
BUPATI Suwirta memberi semangat siswa kelas VIIB SMPN 1 Atap Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, belajar ekstra kulikuler Seni dan Budaya di halaman Kantor Desa Pejukutan, Minggu (18/10/2020). Foto: ist

KLUNGKUNG – Situasi pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat 23 siswa kelas VII B, SMPN 1 Atap Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, belajar ekstra kulikuler Seni dan Budaya di halaman Kantor Desa Pejukutan, Minggu (18/10/2020).

Dilansir dari laman FB Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung, saat mau bagikan sembako Bupati Suwirta melihat siswa ngumpul di luar kantor Desa Pejukutan. Suwirta pun menghampiri dan bertanya mengapa di sini belajar? ‘’Karena wifi lemot,’’ jawab siswa.

Bacaan Lainnya

Terus mengapa tidak di kantor desa? ‘’Karena akan ada tamu makanya disuruh di luar sementara,’’ jawab siswa lagi.

Mendengar itu, Bupati Suwirta langsung ngajak kembali semua siswa masuk kantor desa. Selanjutnya guru Seni dan Budaya SMPN 1 Atap Pejukutan, Made Suryani, mengatakan, proses pembelajaran tatap muka dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dipilihnya kantor perbekel ini karena fasilitas internet di SMP 1 Atap Pejukutan kurang bagus.

Mengetahui hal tersebut, Suwirta yang sedang berada di Nusa Penida langsung menugaskan Dinas Pedidikan dan Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Klungkung untuk bekerjasama menangani hal ini. Bupati apresiasi semangat belajar mengajar yang diperlihatkan oleh guru dan siswa SMPN 1 Atap Pejukutan Nusa Penida.

Baca juga :  Masa Pandemi, Kelurahan Sesetan Gencarkan Pendataan Penduduk Non Permanen

Bupati berpesan agar perbekel dan perangkat desa adat dan dinas dapat memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar siswa yang dilaksanakan di halaman Kantor Perbekel Desa Pejukutan. ‘’Pandemi belum berakhir, tetapi anak-anak tidak boleh sampai berhenti belajar, mereka harus tetap belajar, agar sistem pembelajaran bisa tetap berjalan,’’ pesan Bupati Suwirta. rls

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.