Hindari Kerumunan, Polres Gianyar Gencarkan Lapak SKCK

  • Whatsapp
PROGRAM SKCK on the spot salah satu upaya Polres Gianyar menghindari kerumunan di Polres Gianyar. Foto: adi
PROGRAM SKCK on the spot salah satu upaya Polres Gianyar menghindari kerumunan di Polres Gianyar. Foto: adi

GIANYAR – Mengurangi kerumunan saat memberi pelayanan masyarakat karena pandemi Covid-19, Polres Gianyar membuat program lapak Surat Keterangan Cakap Kelakuan (SKCK) dan SKCK on the spot.  Melalui program ini, masyarakat yang ada keperluan mengurus SKCK tidak harus datang ke Polres.

Kasat Intelkam Polres Gianyar, AKP IB Dana Ginawa, Minggu (18/10/2020), menjelaskan, lapak SKCK merupakan salah satu inovasi pelayanan publik dalam proses perpanjangan SKCK di Polres Gianyar. “Sebenarnya program ini sudah setahun kami lakukan. Namun, sekarang sedang pandemi, dan untuk mengurangi kerumunan polisi lebih proaktif memberi pelayanan untuk pemohon SKCK,” terangnya.

Bacaan Lainnya

Melalui program ini, sambungnya, masyarakat yang hendak mengurus perpanjangan SKCK dapat mengirim berkas persyaratan perpanjangan melalui ojek daring. Setelah berkas pemohon diterima, permohonan SKCK akan diproses hingga petugas menerbitkan SKCK sesuai dengan keperluan pemohon. SKCK pemohon akan diantar petugas dengan kendaraan lapak SKCK ke alamat rumahnya. 

Selain itu, Polres Gianyar kini juga menjalankan program SKCK on the spot. Pemohon dapat menghubungi petugas SKCK Polres Gianyar bahwa ada sekelompok masyarakat akan membuat SKCK. Petugas lalu memberi jadwal kepada masyarakat untuk waktu dan lokasi yang akan disepakati. Pemohon cukup datang ke lokasi dengan membawa persyaratan, tentu dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dan menyerahkan berkas SKCK tersebut.

Baca juga :  Tensi Politik Diestimasi Naik Bulan September, Polisi Atensi Keamanan TPS

“Prosesnya, berkas akan diteliti, bila ada kekurangan maka pemohon diminta melengkapi. Kalau sudah lengkap, pemohon akan diminta mengisi formulir kartu TIK dan daftar pertanyaan, setelah itu berkas diproses hingga pencetakan blanko SKCK,” ulasnya.

Setelah menerima SKCK, imbuhnya, pemohon wajib membayar administrasi SKCK senilai Rp 30.000 sesuai dengan PP No. 60 tahun 2016 tentang tarif PNBP. Masyarakat pemohon yang mengikuti program ini juga mengisi formulir Indek Kepuasan Masyarakat (IKM), dengan hasil dari 393 responden seluruhnya menyatakan puas dan sangat puas. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.