Usung Tema Kalatmika Prakasa: Cahaya yang Berasal dari Jiwa, Spiga Festival 2026 Jadi Ruang Mengembangkan Kreativitas Siswa

PELUNCURAN Mars SMP PGRI 3 Denpasar, Hymne SMP PGRI 3 Denpasar, Jingle Spiga, serta website baru SMP PGRI 3 Denpasar saat Spiga Festival 2026 pada Kamis, 4 Juni 2026. Foto: ist
PELUNCURAN Mars SMP PGRI 3 Denpasar, Hymne SMP PGRI 3 Denpasar, Jingle Spiga, serta website baru SMP PGRI 3 Denpasar saat Spiga Festival 2026 pada Kamis, 4 Juni 2026. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMP PGRI 3 Denpasar (Spiga) menggelar Spiga Festival 2026. Spiga Festival 2026 dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Jumat (5/6/2026), ditandai dengan penyalaan kilau sanubari.

Hadir di acara itu, Plh. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Dr. I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, ST, M.Pd.; Pengawas Disdikpora Kota Denpasar, Ibu Ni Putu Wiwik Kusuma Dewi, S.Pd., M.Pd.; Lurah Pemecutan; Ketua Komite SMP PGRI 3 Denpasar, Drs. I Ketut Sarjana; Kepala Lingkungan Mertayoga; Pembina SMP PGRI 3 Denpasar sekaligus Plt. Kepala SMP Negeri 4 Denpasar, Gusti Agung Ayu Made Seniwati, S.Pd., serta Kepala SD sebagai school sister Spiga yakni SDN 10 Pemecutan, SDN 14 Padangsambian, SDN 3 Pemecutan, serta SDN 2 Dangin Puri.

Read More

Event Spiga Festival juga dirangkai dengan Graduation 2026, serta peluncuran Mars SMP PGRI 3 Denpasar, Hymne SMP PGRI 3 Denpasar, Jingle Spiga, serta website baru SMP PGRI 3 Denpasar. Saat itu juga diserahkan penghargaan lomba riset internasional yaitu Bali Youth International Research and Exhibition (BYIRE) 2026 kepada tiga siswa SMP PGRI 3 Denpasar, yakni Hafiza Zahra Asy’ari, Brahm Pradepa Vibodha, dan Ni Putu Siwi Kurnia Sitara.

Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Made Chandra Widayanti, S.Pd., M.Li., mengatakan, Spiga Festival merupakan puncak perayaan pembelajaran berbasis proyek yang telah dilaksanakan oleh siswa sepanjang tahun pelajaran. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar memahami teori, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Chandra Widayanti menyebutkan, tema yang diusung tahun ini adalah “Kalatmika Prakasa” yang berarti “Cahaya yang Berasal dari Jiwa”. Tema ini mengandung makna bahwa setiap anak memiliki cahaya, potensi, dan keunikan yang berasal dari dalam dirinya. ‘’Tugas kita sebagai pendidik dan orang tua adalah membantu menyalakan, menjaga, dan mengarahkan cahaya tersebut agar menjadi energi positif yang menerangi masa depan mereka,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, pada gelaran Spiga Festival ini menampilkan berbagai karya inovatif hasil pembelajaran berbasis proyek yang menunjukkan bahwa siswa SMP PGRI 3 Denpasar mampu menjadi pembelajar yang kreatif, mandiri, dan berkarakter. Karya atau pementasan yang dipamerkan bukan hanya hasil tugas sekolah, melainkan bukti nyata proses belajar yang bermakna dan mendalam.

Selain itu, menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Spiga karena kegiatan ini dirangkaikan juga dengan graduation siswa kelas IX SMP PGRI 3 Denpasar tahun pelajaran 2025/2026, sebuah tonggak perjalanan bagi peserta didik kelas IX yang telah menyelesaikan pendidikan di SMP PGRI 3 Denpasar. ‘’Kami bangga atas setiap proses, perjuangan, dan pencapaian yang telah kalian raih. Jadilah generasi yang terus belajar, berintegritas, berwawasan global, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa,’’ ucapnya.

Chandra Widayanti menambahkan, peluncuran Mars SMP PGRI 3 Denpasar, Hymne SMP PGRI 3 Denpasar, Jingle SPIGA, serta website baru SMP PGRI 3 Denpasar, merupakan bagian dari transformasi sekolah menuju satuan pendidikan yang semakin maju, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Mars, Hymne, dan Jingle menjadi identitas yang memperkuat semangat kebersamaan dan kebanggaan warga sekolah. Sementara website baru menjadi sarana informasi, komunikasi, dan publikasi yang lebih modern, terbuka, dan mudah diakses oleh masyarakat.

‘’Kami berharap seluruh inovasi yang diluncurkan hari ini dapat menjadi energi baru dalam mewujudkan visi sekolah yaitu pendidikan bermutu, berkebinekaan global, dan berwawasan lingkungan,’’ lugasnya.

Plh. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Dr. I Ketut Gede Adi Trisna Sugara, mengacungkan pada SMP PGRI 3 Denpasar yang selalu tampil total. Ia mengatakan, Spiga berhasil membangun pendidikan yang inklusif, selalu aktif serta didukung lingkungan sekolah yang baik dan asri. Karenanya, ia berharap Spiga terus menginspirasi.

Kadisdikpora Anak Agung Gede Wiratama memberikan apresiasi yang tinggi kepada SMP PGRI 3 Denpasar yang telah berinisiatif menghadirkan festival ini sebagai wadah kreativitas, inovasi, dan penguatan karakter. Melalui kegiatan ini, tidak hanya merayakan prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai seni, budaya, dan kebersamaan.

Festival Spiga 2026 dengan tema “Kalatmika Prakarsa”, menurutnya mengandung makna yang sangat dalam yang bermakna cahaya yang berasal dari jiwa. Tema ini sangat relevan, karena pendidikan sejatinya adalah proses menyalakan cahaya dalam diri setiap anak bangsa, agar mereka mampu bersinar dan memberi manfaat bagi masyarakat.

‘’Saya berharap seluruh warga sekolah menjadikan momentum ini sebagai dorongan untuk terus berinovasi, menjaga kualitas pendidikan, dan menanamkan nilai luhur budaya bali dalam setiap langkah. Dengan cahaya yang lahir dari jiwa, mari kita bersama-sama membangun generasi Denpasar yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,’’ pungkasnya. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.