POSMERDEKA.COM, BANGLI – Penglipuran Festival 2026 akan kembali digelar pada 9-11 Juli mendatang. Festival tahunan Desa Wisata Penglipuran tahun ini mengusung tema “Harmoni Bumi Penglipuran, Menuju Pariwisata yang Inklusif, Berkelanjutan, dan Generatif”. Manajer Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, mengatakan, pelaksanaan festival kali ini akan melibatkan sejumlah desa yang memiliki hubungan sosial dan religius (babanuan) dengan Desa Adat Penglipuran.
“Desa-desa yang terlibat merupakan wilayah yang memiliki keterkaitan historis dan spiritual dengan Desa Penglipuran,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).
Salah satu desa yang dilibatkan adalah Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani, yang diyakini sebagai asal leluhur masyarakat Penglipuran. Menurut Sumiarsa, keterlibatan desa-desa babanuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ikatan sosial, budaya, dan sejarah yang selama ini terjalin dengan masyarakat Penglipuran.
Dalam rangkaian pembukaan festival, peserta akan berjalan bersama dari Pura Yanika menuju lokasi utama kegiatan di kawasan Tugu Pahlawan Penglipuran. Dia menjelaskan, susunan acara tahun ini tidak jauh berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Hari pertama akan diisi berbagai pertunjukan seni dan budaya yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Salah satu penampilan yang dijadwalkan hadir adalah pementasan Pelegongan Klasik yang sebelumnya tampil pada ajang PKB. Selain itu, kelompok musik anak-anak pasraman dan siswa penyandang disabilitas dari SLBN 1 Bangli juga akan turut meramaikan festival. Memasuki hari berikutnya, kegiatan akan diperluas dengan berbagai agenda yang menitikberatkan pada aspek sosial, budaya, dan lingkungan.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah diskusi mengenai pengelolaan sampah, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan di Bali. “Tujuannya menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa sampah, meskipun terlihat kecil, sangat penting untuk dipilah,” papar Sumiarsa.
Selain pertunjukan seni dan kegiatan edukatif, Penglipuran Festival 2026 juga akan menjadi ajang promosi produk lokal. Melalui stan UMKM yang disediakan, pengunjung dapat menemukan berbagai produk unggulan desa, mulai dari jeruk siam asal Desa Bayung Gede hingga kerajinan bambu dari Desa Kayubihi. Wisatawan juga akan diajak mengikuti lokakarya pembuatan dan melukis keben berbahan bambu, sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. gia























