Anjing Diduga Rabies Serang Tiga Warga di Bangli, Termasuk WNA Asal Cina

ANJING putih tergeletak di pinggir jalan seusai dieliminasi warga Banjar Kawan, Bangli, Senin (13/7/2026). Foto: ist
ANJING putih tergeletak di pinggir jalan seusai dieliminasi warga Banjar Kawan, Bangli, Senin (13/7/2026). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Kasus gigitan anjing yang diduga terinfeksi rabies menyerang tiga orang sekaligus di Kabupaten Bangli pada Senin (13/7/2026) sore. Peristiwa ini melukai Ni Ketut Suciasih (54), Fitriani (42), serta seorang warga negara asing asal Cina bernama Li Qiujun (30).

Kasihumas Polres Bangli, Ipda I Gede Bumiliarta, membenarkan adanya laporan gangguan keamanan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Kawan terkait insiden tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Tim Surveilans Puskesmas Bangli Selatan, para korban telah mendapat penanganan medis di RSUD Bangli. Pun pemberian Vaksin Anti-Rabies (VAR) di fasilitas kesehatan terdekat.

Read More

Salah satu korban, Fitriani, menuturkan kronologi kejadian. Saat dia tengah berdiri di depan sebuah warung di kawasan LC Uma Aya Bebalang, seekor anjing warna putih tiba-tiba muncul dari arah barat dan langsung menyerangnya secara agresif. Fitriani baru berhasil menyelamatkan diri ke dalam kamar, setelah anjing peliharaannya datang mengusir anjing liar tersebut.

“Saya terkejut dan berniat lari ke dalam warung, namun saya terjatuh. Saat itulah anjing yang kalap itu langsung menggigit bahu kanan saya,” tuturnya.

Suami Fitriani yang juga menjabat sebagai Kepala Lingkungan Sedit, I Made Sujana Artha, mengungkapkan, warga sempat memburu anjing tersebut hingga ke depan Bangli Sport Center. Anjing yang diketahui memiliki pemilik itu akhirnya berhasil dieliminasi warga Banjar Kawan sekitar pukul 19.00 Wita. Selama pelariannya, anjing tersebut juga menggigit Suciasih di utara Rutan Bangli, serta Qiujun yang sedang berbelanja di toko modern depan RSUD Bangli. Korban Suciasih dan Fitriani diarahkan ke Puskesmas Susut I di Kayuambua karena stok VAR di RSUD Bangli kosong.

Pihak Pemasaran RSUD Bangli, Sang Made Ari Wijaya, membenarkan UGD sempat menangani pasien WNA asal Cina yang tiba pukul 19.00 Wita dengan luka gigitan. Berhubung VAR tidak tersedia di rumah sakit, pihak medis menyarankan pasien mencari vaksin tersebut ke puskesmas atau klinik terkait. “Qiujun akhirnya mendapat vaksin VAR di sebuah klinik di wilayah Ubud dengan diantar pemandunya,” ucapnya.

Saat ini, para pasien masih menjalani observasi mandiri dan dijadwalkan kembali menerima vaksinasi dalam jangka waktu 7 dan 14 hari. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.