POSMERDEKA.COM, BANGLI – Keberadaan Danau Batur memberi banyak manfaat bagi masyarakat. Selain sebagai penyedia air baku maupun pariwisata, juga memberi manfaat bagi petani di kaldera Gunung Batur. Salah satunya adalah pembudidaya ikan nila dengan sistem Kantong Jaring Apung (KJA), yang menempatkan Kabupaten Bangli sebagai penghasil ikan terbesar di Bali.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Selasa (21/7/2026) mengakui saat ini Kabupaten Bangli sebagai pemasok ikan perairan di Bali. Bangli bisa memenuhi 93% kebutuhan ikan darat di Bali. “Petani ikan di Danau Batur bisa menghasilkan sekitar 4.000 ton dalam setahun. Ini bukan angka yang kecil,” ujarnya.
Sarma menguraikan, dari produksi 4.000 ton tersebut tentu tidak habis dikonsumsi masyarakat di Bangli saja. Makanya banyak ikan dari Danau Batur ini dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Denpasar, Badung dan daerah lainnya. “Kebutuhan ikan untuk masyarakat maupun untuk kebutuhan pariwisata datangnya dari Bangli,” terangnya.
Disinggung menjaga keberlangsungan produksi ikan di Danau Batur, dia berujar instansinya bertanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan ikan di Danau Batur. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan, antara lain menyediakan Balai Benih Ikan (BBI) untuk memenuhi kebutuhan benih. Sebelum dibeli petani ikan di Danau Batur, benih ini terlebih dipelihara oleh pendeder yang jumlahnya mencapai 12 kelompok.
“Setelah berukuran sekitar 11 cm baru diambil dan ditebar di KJA oleh petani. Dibutuhkan waktu sekitar tujuh bulan untuk produksi,” ungkapnya.
Selain fokus untuk produksi ikan di Danau Batur, instansinya juga memiliki tanggung jawab tetap melestarikan danau. Danau Batur bukan hanya milik petani ikan, juga dimanfaatkan untuk kepentingan lain seperti pariwisata dan penyedia air baku untuk sejumlah wilayah di Bali. “Upaya pelestarian Danau Batur hendaknya tetap menjadi tanggung jawab bersama. Dengan demikian kelestarian danau tetap terjaga,” pungkasnya. gia























