Puji Prestasi Dunia Desak Made Rita, Gubernur Koster: Terimakasih Telah Mengharumkan Nama Bali

GUBERNUR Bali I Wayan Koster (kedua kanan) berpose dengan atlet panjang tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi (kedua kiri), didampingi Ketua Umum Pengprov FPTI Bali, Putu Yudi Atmika (kanan) dan Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna, usai pertemuan di rumah Jabatan Gubernur, Jaya Sabha Denpasar, Jumat (24/7/2026). foto: yes

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Gubernur Bali I Wayan Koster menerima atlet panjang tebing peringkat 1 dunia nomor speed putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi (25) asal Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Jumat (24/7/2026) pagi.

Pertemuan di rumah Jabatan Gubernur, Jaya Sabha Denpasar, berlangsung penuh kekeluargaan. Desak Made Rita didampingi langsung Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudi Atmika dan Ketua Umum KONI Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna.

Read More

Koster pun memuji prestasi dunia Desak Rita. Makana, dirinya mengaku sengaja mengundang langsung atlet asal Desa Sambangan itu yang menurutnya sangat langka. ”Ini menjadi pertemuan pertama saya dengan Desak Rita. Meski begitu, saya terus memantau dan mengikuti perkembangan prestasinya dari sejumlah media,” kata Koster mengawali perbincangannya.

Koster pun menanyakan siapa nama orang tua Desak Rita dan apa pekerjaannya. Ia juga menanyakan secara langsung kenapa Desak Rita menekuni olahraga yang menantang ini hingga akhirnya bisa meraih juara dunia.

Tanpa ragu-ragu, Desak Rita pun menyebutkan keadaan kedua orang tuanya yang tinggal di rumah saja (Sambangan) sambil berkebun (jadi petani). ”Saya sejak umur 8 tahun sudah mulai menekuni panjat tebing. Awalnya hanya iseng, coba-coba lintasan panjat yang ada di Taman Kota sambil main-main,” akunya polos.

Dari iseng, tanpa dinyana ia berhasil menjadi atlet nasional hingga berprestasi dunia. Itu berkat disiplin dan kegigihannya dalam berlatih. ”Saya hampir 6 tahun sudah ada di Pelatnas dan bolak balik dari satu negara ke negara lain ikut kejuaraan internasional, jadi jarang pulang kampung,” ujar mahasiswi S2 Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja ini.

Fokus Asian Games
Kerja keras memang tidak menghianati hasil. Berdasarkan data Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), posisi Desak Rita sebagai atlet panjat tebing nomor 1 dunia semakin kokoh setelah merebut medali emas (juara) di nomor spesialisnya speed perorangan putri di ajang World Climbing Series Chamonix 2026, Prancis, Minggu (12/7/2026).

Sepekan sebelumnya dalam kejuaraan di Prancis, Desak Rita juga meraih medai emas pada seri Krakow, Polandia. Dua kemenangan secara beruntun di Series Chamonix dan Krakow, sekaligus mengokohkan posisi Desak Rita di peringkat satu dunia. ”Setelah libur sepekan di kampung halaman, saya segera balik ke Pelatnas untuk mempersiapkan diri menghadapi Asian Games Nagoya 2026,” ujar Desak Rita.

Atas dedikasi dan prestasi Desak Made Rita di tingkat dunia, Gubernur Koster mengaku sangat bangga. Di akhir perbincangannya, Koster langsung menyerahkan hadiah berupa amplop berisi uang yang nilainya tidak disebutkan. ”Terimakasih telah mengharumkan nama Bali,” ucap Koster. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.