RSJMSM Bali Segera Buka Layanan Daycare Anak-Remaja

RSJMSM Provinsi Bali di Bangli akan meluncurkan program Daycare Anak dan Remaja untuk memperluas akses layanan kesehatan jiwa masyarakat. Foto: ist
RSJMSM Provinsi Bali di Bangli akan meluncurkan program Daycare Anak dan Remaja untuk memperluas akses layanan kesehatan jiwa masyarakat. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, BANGLI – Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahotama (RSJMSM) Provinsi Bali di Bangli akan meluncurkan program Daycare Anak dan Remaja untuk memperluas akses layanan kesehatan jiwa masyarakat. Rencana pengembangan layanan tersebut terungkap dalam Forum Konsultasi Publik di Ruang Rapat Aula Gedung Utama RSJMSM, Bangli, Selasa (28/7/2026).

Layanan baru ini dirancang untuk menangani pencegahan, pemulihan, hingga rehabilitasi kesehatan jiwa secara menyeluruh bagi warga berusia di bawah 18 tahun.

Read More

Direktur RSJMSM dr. Ni Wayan Mudani, M.A.P. menjelaskan program Daycare Anak diprioritaskan bagi anak berkebutuhan khusus, seperti autisme, kesulitan belajar, dan gangguan konsentrasi. Pihaknya menyiapkan tim interdisiplin yang terdiri atas dokter konsultan jiwa remaja, dokter anak, psikolog, terapis wicara, penanggung jawab rehab medik, serta ahli gizi. “Dalam penanganan nantinya pasien akan diasesmen, dan dinilai keperluannya secara komprehensif. Mudah-mudahan bulan November nanti sudah siap diluncurkan beserta sarana, prasarana, dan tarifnya, sedangkan tenaga medis semuanya sudah siap,” ujarnya.

Mudani memaparkan, masa anak dan remaja merupakan periode perkembangan krusial yang rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa, sehingga berdampak jangka panjang pada kualitas hidup dan fungsi sosial. Untuk itu, RSJMSM mengevaluasi implementasi standar akreditasi, guna memastikan mutu pelayanan rawat jalan maupun rawat inap anak dan remaja tetap optimal.

Dalam sesi diskusi, Lurah Kawan, I Nengah Budiarsa; bersama Bendesa Adat Kawan, I Made Sukadana, minta RSJMSM memberi kontribusi nyata berupa penyuluhan kesehatan jiwa kepada warga lokal. Pihaknya menyoroti dampak penggunaan gawai (smartphone) yang berpotensi mempengaruhi kondisi kejiwaan anak dan remaja di wilayahnya.

Menanggapi aspirasi tokoh masyarakat tersebut, Mudani menyampaikan edukasi serupa sebenarnya telah berjalan menyasar siswa SMA/SMK di Bangli. Dia berjanji akan menjadwalkan program penyuluhan serupa ke desa dan kelurahan di seluruh kecamatan se-Kabupaten Bangli hingga kabupaten lain. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.