POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kota Denpasar bersama perangkat daerah terkait kembali melaksanakan Pembinaan Lokus (Lokasi Khusus) Telajakan se-Kota Denpasar. Memasuki sesi III, pembinaan menyasar wilayah Kecamatan Denpasar Selatan, Denpasar Timur, dan Denpasar Utara pada Selasa (28/7/2026).
Kegiatan diawali di Dusun Kertha Petasikan, Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan. Selanjutnya tim pembina mengunjungi Dusun Bet Ngandang, Desa Sanur Kauh, Banjar Belong, Desa Sanur Kaja, Desa Sumerta Kelod, Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, dan diakhiri di Banjar Tegeh Sari, Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara.
Pembinaan dipimpin langsung Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara; didampingi Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ayu Kristi Arya Wibawa, serta diikuti para perbekel, lurah, kepala lingkungan, dan perangkat daerah terkait. Dalam pembinaan ini Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara juga menyerahkan secara simbolis pohon jempiring dan andong kepada kepala lingkungan dan kader TP Posyandu.
Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa pembinaan ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi tahap awal pemanfaatan telajakan sebagai upaya membangun lingkungan yang hijau, asri, bersih, dan nyaman. “Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar kembali bergerak memberikan pembinaan sekaligus dukungan kepada masyarakat agar semakin sadar memanfaatkan lahan yang ada sebagai ruang terbuka hijau. Sekecil apa pun lahan yang dimiliki, apabila ditata dengan baik akan memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TP Posyandu Kota Denpasar terus berupaya membangun sinergi dengan masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dalam menata setiap ruang terbuka secara estetis, hijau, dan bersih. Dengan demikian, seluruh wilayah yang masih memiliki potensi telajakan dapat tertata rapi, indah, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Menurutnya, upaya membangun lingkungan yang bersih, rapi, dan estetis merupakan bagian dari implementasi transformasi Posyandu melalui enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan bersih. Penataan telajakan juga memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan berbasis kearifan lokal.
Selain itu, pembinaan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Lomba Taman Telajakan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Dalam penilaian lomba tersebut, desa dan kelurahan diharapkan mampu mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan telajakan untuk mendukung penghijauan, sekaligus mengoptimalkan fungsi ekonomi, fungsi keagamaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap semangat gotong-royong masyarakat dalam menata dan menjaga telajakan semakin meningkat. Dengan demikian, telajakan tidak hanya menjadi identitas budaya Bali, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, ekonomi, dan keagamaan, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Lingkungan Tegeh Sari, I Nyoman Sudarma, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Banjar Tegeh Sari sebagai salah satu lokasi pembinaan sekaligus peserta Lomba Telajakan Tingkat Provinsi Bali. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Banjar Tegeh Sari. Bersama masyarakat, kami siap bergerak menindaklanjuti seluruh arahan yang diberikan dalam pembinaan ini. Kami akan terus membenahi berbagai kekurangan sehingga penataan telajakan di wilayah kami dapat memberikan hasil yang maksimal,” ungkapnya. tra























