POSMERDEKA.COM, MATARAM – Survei Indo Survey dan Strategy (ISS) menyebut elektabilitas pasangan bakal calon Gubernur Zulkieflimansyah dan bakal calon Wakil Gubernur Suhaili masih unggul bila dibandingkan para calon lain.
Berdasarkan data ISS, Zul-Uhel unggul dengan persentase 29,7 persen di peringkat pertama, disusul paslon Sitti Rohmi Djalilah dan Musyaifirin atau Rohmi-Firin dengan raihan 19,9 persen. Berikutnya paslon Lalu Gita Ariadi dan Sukiman Azmy atau Gassman di peringkat ketiga dengan 16,3 persen, serta Lalu Muhamad Iqbal-Indah Dhamayanti Putri dengan elektabilitas 12,2 persen.
“Survei dilakukan selama lima hari, 20-25 Juli 2024, dengan responden sebanyak 880 orang dengan margin of error kurang lebih 3,37 persen. Posisi tertinggi kami adalah Zul-Uhel,” ujar Direktur ISS, Karyono Wibowo, saat menyampaikan hasil survei Potret Dinamika Terkini Pilkada NTB di Hotel Lombok Astoria, Sabtu (3/8/2024).
Dalam simulasi tiga paslon, sambungnya, Zulkieflimansyah-Suhaili juga masih unggul dengan persentase 35,7 persen. Disusul Gita Ariadi-Sukiman Azmy dengan raihan 23,6 persen, dan Iqbal-Dinda dengan raihan 18,6 persen. Jika disimulasikan Rohmi-Gita, Iqbal-Dinda, paslon Zul-Uhel tetap unggul dengan 31,2 persen.
Dalam pertanyaan terbuka atau top of mind, Lalu Gita memperoleh 7,0 persen, di bawahnya ada Lalu Muhamad Iqbal dengan 6,4 persen. Posisi tertinggi adalah Zulkieflimansyah dengan 14,2 persen, disusul Sitti Rohmi Djalillah 8,1 persen. Selanjutnya untuk simulasi 20 nama, Lalu Gita 8,2 persen, Iqbal 5,9 persen.
Dengan simulasi empat nama, Lalu Gita masih unggul atas Iqbal. “Untuk simulasi empat nama, ada Zulkieflimansyah 27,4 persen, Rohmi 17,1. Kemudian Lalu Gita Ariadi 15,3 dan Lalu Iqbal 13,6,” papar Karyono.
Pengamat politik dari UIN Mataram, Ihsan Hamid, melihat sedari awal dari sejumlah lembaga survei yang merilis hasil mereka, tercatat antara Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah selalu unggul bila dibandingkan figur bacagub lainnya.
Hanya, elektabilitas tinggi Zulkieflimansyah perlu menjadi sebuah kewaspadaan. Sebab, akan ada titik jenuh pemilih yang akan berlangsung selama satu bulan hingga satu pekan menjelang pencoblosan.
“Dengan angka 14,2 di pertanyaan terbuka, itu rawan bagi Zulkieflimansyah. Apalagi persentase 29,7 persen di peringkat pertama itu rentan, karena dia berpredikat sebagai calon petahana. Seharusnya elektabilitas awal jika ingin aman adalah di angka 50 persen,” terangnya.
Dia menyebut dengan angka 30 persen para pemilih di NTB belum menentukan pilihan di Pilgub NTB, tentu penetrasi isu hingga kinerja tim pemenangan dan relawan menjadi sangat vital. “Kalau masih seperti sekarang pola-pola kampanye yang dilakukan, tanpa ada hal yang baru, maka paslon lain bisa potensial menggeser posisi Zulkieflimansyah,” serunya. rul
























