Tiga Anggota DPRD Bali Dipastikan “Pensiun Dini”, Sutena Meninggal, Pengganti Kadek Dwi dari Karangasem

SEKRETARIS DPRD Bali, Gede Indra Dewa Putra. Foto: ist
SEKRETARIS DPRD Bali, Gede Indra Dewa Putra. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Tiga anggota DPRD Bali yakni Kadek Diana, Kadek Dwi Yustiawati, dan Wayan Arta dalam waktu dekat akan pensiun dini sebagai legislator. Dua nama pertama dari PDIP, dan yang terakhir dari Partai Hanura. Rapat membahas proses pergantian antarwaktu (PAW) dilaksanakan di DPRD Bali, Senin (11/9/2023).

Sekretaris DPRD Bali, Gede Indra Dewa Putra, membenarkan bahwa jajaran sekretariat PDIP dan Hanura melakukan pertemuan dengan jajaran Sekretariat Dewan. Yang dibahas adalah mekanisme untuk PAW dan menjadwalkan pelantikannya. Namun, sebelum menuju ke tahapan itu, masih ada sejumlah syarat yang mesti dilengkapi.

Read More

“Kami minta agar partai melengkapi persyaratan yang ada, ada 21 syarat sesuai regulasi. Kami akan bersurat ke KPU Bali untuk memastikan siapa yang akan menggantikan,” paparnya, Selasa (12/9/2023).

Setelah ada jawaban dari KPU, sambungnya, Setwan akan mengajukan ke Gubernur untuk membuatkan pengantar ke Kemendagri. “Mengirim lewat aplikasi Kemendagri ada, untuk berkas juga dikirim,” imbuhnya.

Disinggung tempo yang diperlukan mulai pengusulan PAW sampai dilakukan pelantikan, Indra mengaku tidak bisa ditentukan. Yang pasti, pelantikan baru dapat dilakukan jika terbit keputusan Kemendagri. Hanya, dari pengalaman sebelumnya, dia menaksir waktunya bisa lebih dari sebulan.

“Kami kirim hasil rapat dengan partai itu ke KPU. Setelah itu KPU mengecek berkasnya, rapat pleno, dan mengirim ke kami lagi,” tandasnya.

Di kesempatan terpisah, Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Tjokorda Gede Agung, menyebut proses PAW Kadek Diana dan Kadek Dwi tinggal menunggu proses di Kemendagri. Dia menyebut secara umum proses PAW sudah selesai, tinggal menunggu proses selanjutnya saja. “Untuk lebih detail, silakan konfirmasi ke KPU saja ya,” pintanya.

Untuk calon PAW Kadek Diana, dia menyebut kader senior dari Dapil Gianyar bernama Martina Sumaryati. Sementara pengganti Kadek Dwi adalah Ni Komang Ayu Darmiyanti dari Dapil Karangasem. “Yang mengganti Kadek Dwi diambil dari daerah terdekat, karena yang mestinya menggantikan, Pak Sutena, sudah meninggal. Ini sesuai regulasi yang kami terima dari KPU,” pungkasnya.

Anggota KPU Bali, Luh Putu Widyastini, menambahkan, surat dari Ketua DPRD Bali sudah diterima pada Senin (11/9/2023). KPU saat ini sedang dalam proses melakukan klarifikasi terkait pemberhentian ketiga legislator tersebut. “Kami wajib klarifikasi ke partainya juga apakah benar yang bersangkutan diberhentikan?,” ungkapnya, Selasa (12/9/2023).

Setelah klarifikasi, barulah KPU akan menjawab dan memberikan nama penggantinya. Yang dipilih adalah caleg sesuai hasil Pemilu 2019 di urutan berikutnya. Surat jawaban dikirim ke DPRD Bali paling lambat lima hari setelah surat dari DPRD diterima. “Lima hari itu waktu maksimal, kami tentu berupaya lebih cepat untuk melayani, sepanjang sesuai aturannya,” paparnya.

Mengenai pengganti Kadek Dwi dari Dapil Karangasem, Widyastini menyitir PKPU 6/2017 yang diubah menjadi PKPU 6/2019. Intinya, jika tidak ada pengganti di dapil yang sama, akan diambil dari dapil yang berbatasan langsung dengan dapil itu, dengan jumlah penduduk terbanyak. “Klungkung berbatasan dengan Bangi, Gianyar dan Karangasem. Karena jumlah penduduk Karangasem terbanyak, ya diambil dari sana,” jelasnya menandaskan.

Sebagai catatan, Wayan Arta dipecat Hanura karena pindah ke PDIP. Lolos sebagai anggota DPRD Bali lewat Pemilu 2019 dari Dapil Buleleng, Arta duduk sebagai anggota Komisi III dan anggota Fraksi Nasdem, PSI, Hanura. Kini dia tercatat dalam Daftar Calon Sementara (DCS) nomor urut 11 PDIP Dapil Buleleng. Sebagai penggantinya, Hanura mengusulkan Gde Wirajaya Wisna.

Sementara Kadek Diana dan Kadek Dwi dipecat sebagai anggota DPRD Bali karena keduanya dinilai terbukti melakukan pelanggaran susila. Hubungan asmara keduanya terjadi ketika sama-sama berstatus suami dan istri orang lain. Terakhir, setelah Kadek Dwi pisah dengan suaminya, dia menikah dengan Kadek Diana. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.