Tes Cepat di Bandara, Dewan Minta Angkasa Pura Kerjasama dengan Dinkes

  • Whatsapp
Foto: IGK Kresna Budi IGK Kresna Budi. Foto: bro
Foto: IGK Kresna Budi IGK Kresna Budi. Foto: bro

DENPASAR – Layanan rapid test selama ini tersedia di Bandara Ngurah Rai untuk pelaku perjalanan lewat udara. Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi mengungkapkan, layanan tes cepat (rapid test) itu merupakan kerjasama PT Angkasa Pura I Bandar Udara Ngurah Rai Bali dengan pihak lain yang bukan milik Pemprov Bali.

Mantan Koordinator Pembahasan Perubahan Perda tentang Retribusi Jasa Umum (yang salah satunya mengatur tentang tarif rapid test) ini mendorong PT Angkasa Pura I Ngurah Rai untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali untuk memberi layanan rapid test di Bandar Ngurah Rai.

Bacaan Lainnya

“Kami minta agar PT Angkasa Pura kerja dengan Dinkes Bali untuk rapid test di bandara,” kata Kresna Budi usai sidak layanan rapid test di Bandara Ngurah Rai.

Politikus Partai Golkar ini mengatakan, layanan tes cepat
di Bali saat ini belum bisa digratiskan kendati ia sendiri selama ini sangat vokal menyuarakan rapid test gratis. Perda tentang Perubahan Perda tentang Retribusi Jasa Umum yang baru disahkan pada 31 Agustus lalu, mengatur tarif rapid test maksimal Rp150 ribu sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan. Adapun tarif rapid test di bandara Ngurah Rai, ungkap dia, sebesar Rp150 ribu.

Baca juga :  Perangi Covid-19, Disinfektan Jangan Sampai Terhirup, Kena Mata, Apalagi Tertelan

Menurut dia, jika kerja sama dengan Dinkes Bali, maka tarif rapid test di Bandara Ngurah Rai bisa lebih murah atau bahkan gratis jika nanti Pemprov Bali menetapkan kebijakan tarif rapid test kurang dari Rp 150 ribu atau digratiskan. Untuk diketahui, di Perda mengatur tarif rapid test maksimal Rp150 ribu, tapi Gubernur bisa menggratiskannya melalui Pergub.

Ia melanjutkan, jika tarif rapid test oleh Pemprov Bali sebesar Rp150 ribu, dan PT Angkasa Pura bekerjasama dengan Dinkes Bali maka potensi keuntungan dari layanan rapid test di bandara itu bisa masuk ke kas daerah Provinsi Bali.

“Dengan demikian keuntungan dari rapid test di bandara ini bisa masuk ke Pemprov Bali. Rapid test di Bandara itu kerjasama Angkasa Pura dengan pihak ketiga, dengan poliklinik. Kita dorong kerjasama itu dengan Dinkes Bali,” kata Kresna Budi, seraya berharap layanan rapid test di Bali bisa gratis.010

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.