Teater Mandiri Pentaskan ‘’Gerr’’ di FSBJ III

  • Whatsapp
TEATER Mandiri tampil di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (30/10/2021), mementaskan drama “Gerr” karya Putu Wijaya. foto: ist

DENPASAR – Festival Seni Bali Jani (FSBJ) III menjadi spesial dengan tampilnya Teater Mandiri di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Sabtu (30/10/2021) lalu. Dalam penampilannya, menyajikan drama berjudul “Gerr”, lakon yang ditulis Putu Wijaya di Jakarta 40 tahun lalu, namun dengan versi khusus untuk disajikan dalam Adilango (Pergelaran) FSBJ III.

“Gerr” yang disutradari Putu Wijaya itu memberikan banyak kisah moral kehidupan manusia. Pementasan ini pun mendapat sambutan hangat dari para penonton FSBJ III yang didominasi para seniman.

Bacaan Lainnya

“Gerr” bercerita tentang Bima yang ketika hendak dikuburkan, hidup kembali. Keluarganya bingung karena setelah meratap histeris tiga hari tiga malam, sulit buat mereka menerima sejarah dibatalkan. Sebab semuanya sudah diselenggarakan dengan khidmat, rapi sesuai dengan prosedur yang galib dilaksanakan.

Lebih afdol buat mereka untuk melanjutkan upacara sampai tuntas, daripada membatalkannya. Untung ada saran yang tepat dari kedua penggali kubur yang membantu upacara itu, sehingga kepanikan berakhir damai bagi semua pihak.

Putu Wijaya mengatakan, melalui pergelaran “Gerr” dirinya ingin menyampaikan manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk individu selalu terjadi masalah dalam kehidupan. Makhluk sosial, menginginkan agar makhluk individu itu tunduk kepada mereka, tetapi makhluk individu memerlukan udara yang bebas, sehingga terjadi konflik.

Baca juga :  Serahkan LKPD Tahun 2020, Bupati Tamba Siap Tindak Lanjuti Catatan BPK

Menurutnya, konflik ini harus didamaikan dengan cara saling pengertian. Harus semuanya saling mengerti take and give karena semuanya kadang-kadang separo-separo, seperti suami-istri. Kadang-kadang sepertiga, dua pertiga tergantung dari kemampuannya. “Rumusnya tidak ada yang penting selain pemberian secara ikhlas,” pesan Putu Wijaya.

Lebih lanjut dia mengatakan, individu, kalau ingin tenteram dalam sebagai makhluk sosial, ia harus ikut dengan apa yang dikatakan komunitasnya. Tetapi, komunitas yang baik harus bisa menerima ekspresi individu, jangan sampai diubah, sehingga menjadi kehilangan. Jangan sampai seperti Bima untuk bisa berekspresi secara individu harus mengganti nama, ganti kulit, dan segala macam, sehingga dia tidak menjadi dirinya.

‘’Usahakanlah agar komunitas itu menampung individu-individu itu agar mereka tetap murni dan tidak lebur. Sama dengan negara kesatuan kita. Di setiap daerah masih tetap memiliki kedaerahannya, namun muncul sebagai kesatuan untuk menghadapi sesuatu yang dilakukan bersama,’’ katanya.

Putu Wijaya juga mengatakan, teater itu bukan hanya hiburan. Teater adalah suara dan pengalaman batin untuk dikomunikasikan kepada masyarakat. Karena dia merupakan dorongan batin, maka dia tidak bisa ditahan oleh apapun, sensor, masalah kekurangan dana, sarana, yang semua itu akan dilawan dengan kreativitas.

‘’Meskipun pandemi menyebabkan kita sulit mengumpulkan orang, sulit untuk berlatih, tetapi ada saja jalan karena adanya keinginan kita untuk berbicara berembuk dengan masyarakat. Di masa pandemi, tidak menyulitkan orang untuk berkesenian, seperti ajang Festival Seni Bali Jani ini. Saya rasa di setiap kemalangan, kegagalan, dan di setiap kesusahan selalu ada janji kalau kita mau mencoba untuk menghidupkan kreativitas kita,” paparnya.

Baca juga :  Bawaslu Bali Kebagian Rp24 Miliar dari APBN, Target Lanjutkan Desa Sadar Hukum Pemilu

Putu Wijaya menambahkan, semua cabang kesenian manfaatnya besar sekali bukan hanya untuk hiburan. Dikatakan, Teater Mandiri juga memiliki macam-macam aspek, seperti pendidikan disiplin, etos kerja, dan toleransi, semua ada di dalamnya. Kalau semua itu diterangkan, maka menjadi sebuah pembelajaran yang bagus.

‘’Karena bukan hanya menghafal teks, bukan cuma membuat orang senang tertawa, tetapi membuat orang berdisiplin, mengerti berbicara dengan baik, dan paham kapan harus diam, dan kapan harus berbicara,’’ jelasnya. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.